Bursa Efek Indonesia Gantikan BEJ dan BES

Selasa, 30 Oktober 2007 | 20:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) secara resmi akan menggunakan nama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Desember 2007. "Karena harus didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM dan baru selesai akhir November ini," kata Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (30/10) malam.

Menurut Erry, RUPSLB BEJ dan BES secara formal sudah menyetujui nama BEI tersebut. "Namun, karena menunggu keluarnya akta pendaftaran nama, maka tanggal 1 Desember dipilih menjadi hari resmi penggunaan nama BEI," ujarnya.

Dengan resminya merger itu, masa transisi juga telah ditetapkan selama dua tahun. Termasuk sebagai masa transisi emiten yang single listing di BES serta penetapan listing fee. "Untuk masalah karyawan dan SDM akan dikaji paling lama enam bulan," tutur dia.

Direktur BEJ Yustisia menambahkan, seluruh direksi, komisaris dan karyawan juga akan digabungkan seluruhnya. Dengan demikian, jumlah direksi dan komisaris pascamerger, masing-masing berjumlah tujuh orang. "Kalau karyawan menjadi sekitar 370 orang," katanya.

Dengan adanya merger, maka kapitalisasi pasar BEI akan menjadi Rp 2.400 triliun. Angka tersebut berasal dari kapitalisasi pasar saham Rp 1.800 triliun dan obligasi Rp 550 triliun.

Sedangkan pasar emiten dan obligasi tahun depan ditargetkan dapat mencapai 35 emiten dan 54 obligasi. "Yang pasti bisa lebih bagus lagi, karena sudah multiproduk," tutur Erry.

Wahyudin Fahmi

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :