Semen Gresik Targetkan Penggunaan Minyak Nol Persen

Rabu, 31 Oktober 2007 | 06:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Semen Gresik Tbk. berencana melakukan efisiensi dan diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia . Produsen semen yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah ini menargetkan tak akan menggunakan minyak sama sekali (nol persen).

Di Jakarta kemarin, Wakil Direktur Utama Semen Gresik Rudiantara mengatakan, kenaikan harga si emas hitam tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi perseroan. Sebab, katanya,"Mayoritas sumber energi telah dikonversi ke batu bara."

Menurut dia, lonjakan harga minyak hanya sedikit berpengaruh terhadap transportasi semen produksi perseroan—karena menggunakan BBM industri yang bergantung pada harga minyak dunia. Untuk itu, Semen Gresik akan melakukan pemetaan (zonasi) daerah pemasaran untuk meminimalkan biaya transportasi. “Pasar yang ada akan ditangani oleh pabrik terdekat,” ujarnya.

Komisaris Utama Semen Gresik Rizal Ramli menambahkan, Semen Gresik mulai melakukankebijakan penggunakan minyak nol persen dan 100 persen batu bara untuki mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak dunia sempat melewati level US$ 93 per barel, harga tertinggi sepanjang sejarah. Namun, kemarin harga minyak beransur turun ke level US$ 92,5 per barel.

Efisiensi yang dilakukan berpengaruh positif terhadap kinerja produsen semen terbesar di Indonesia ini. Menurut Rizal, dulu Semen Gresik menjadi Badan Usaha Milik Negatra dengan hasil evaluasi kinerja paling jelek. Namun, sekarang Semen Gresik telah menjadi perusahaan negara dengan hasil evaluasi baik. “Efisiensi pada biaya dan kapasitas manajemen dan pemasaran menjadi kunci perbaikan kinerja perseroan kali ini,” ujarnya.

Indikasi perbaikan kinerja Semen Gresik terlihat dari hasil laporan keuangan kuartal III yang berakhir 31 September 2007. Semen Gresik membukukan laba bersih Rp 370 miliar pada periode April-Juni 2007, naik 55 persen menjadi Rp 572 miliar pada periode Juli-September.

Menurut analis PT BNI Sekuritas M Alfatih, kenaikan harga dan permintaan semen diduga menjadi penyebab naiknya pendapatan dan penerimaan laba bersih Semen Gresik Tbk. kuartal ketiga. “Harga sahamnya bisa naik hingga Rp 6.500 akhir tahun walaupun agak lambat,” katanya.

Direktur Finan Corfindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan, laporan keuangan kuartal ketiga menunjukkan Semen Gresik menjadi produsen semen terbaik saat ini selain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. l Sahala Lumbanraja

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :