Lonjakan Harga Minyak Bisa Gerus Pertumbuhan Nasional

Rabu, 31 Oktober 2007 | 15:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia mengungkapkan potensi tak tercapainya proyeksi pertumbuhan ekonomi 2008 akibat kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minyak beresiko menurunkan proyeksi semula, yakni 6,5 persen.

Hasil simulasi Bank Indonesia soal pengaruh harga minyak dunia terhadap pertumbuhan ekonomi 2008 menunjukkan, pertumbuhan ekonomi 6,54 persen bakal tercapai jika asumsi harga minyak dunia sebesar 60 dolar AS per barel.

Simulasi pada asumsi harga 80 dolar per AS akan menghasilkan pertumbuhan 5,94 persen. Sedangkan pada asumsi harga 90 dolar AS per barel hanya akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi 5,64 persen.

"Sekali lagi ini hanya resiko," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom pada acara Round-table Discussion "Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Mendukung Peningkatan Kegiatan Sektor Riil" di Gedung Bank Indonesia, Rabu (31/10).

Miranda menuturkan, resiko penurunan pertumbuhan product domestic bruto (PDB) disebabkan penirunan konsumsi swasta sejalan dengan pengaruh penurunan daya beli akibat meningkatnya inflasi. Menurunnya konsumsi swasta juga disebabkan naiknya harga barang impor.

Selain itu, dia melanjutkan, resiko penurunan PDB juga disebabkan menurunnya investasi swasta akibat permintaan yang menurun. Pada sisi lain, penurunan permintaan domestik cukup kuat mempengaruhi penurunan pertumbuhan ekonomi, "Meskipun net ekspor meningkat akibat pertumbuhan ekspor relatif stabil," tuturnya.

AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :