Tabung Gas Impor Sudah Tiba di Tanjung Priok

Kamis, 01 November 2007 | 03:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) akhirnya setuju membatalkan rencana impor tabung gas berukuran 3 kilogram. Persetujuan itu merupakan hasil rapat Pertamina dengan Departemen Perindustrian dan pabrikan kemarin.

"Hasil rapat hari ini (kemarin) antara Departemen Perindustrian, pabrikan, dan Pertamina, setuju tidak impor," kata Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian Putu Suryawirawan di Jakarta.

Namun, saat ini di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, telah ada dua buah peti kemas berisi tabung gas 3 kilogram impor dari Cina.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tipe A Tanjung Priok Heru Sulastyono membenarkan, Sabtu lalu sebuah kapal berbendera Cina tiba di pelabuhan Tanjung Priok dari Pelabuhan Kelang, Malaysia. Kapal tersebut mengangkut tabung gas berukuran 3 kilogram sebanyak 7.344 buah.

Saat ini, kata dia, kontainer tabung gas itu tengah disegel Bea-Cukai karena pemilik belum menyelesaikan prosedur pajak dan perizinan.

"Kontainernya masih ada di terminal peti kemas I dan kami segel. Kami menunggu si pemilik menyelesaikan pajak bea, baru setelah itu kami bisa melakukan pemeriksaan fisik," kata Heru kepada Tempo di Jakarta Selasa lalu.

Dari data manifes yang diperoleh Tempo disebutkan, kapal kargo tersebut bernama Kuo Lung berbobot 35.985 ton. Kapal tersebut disewa oleh sebuah perusahaan bernama Ningbo Zhongzhou Group Co. Ltd. Tercatat pula penerima barang di Indonesia atas nama PT Global Pacific Energy (lihat boks).

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengakui telah menerima kabar adanya tabung gas impor asal Cina itu di Pelabuhan Tanjung Priok. "Ini mencurigakan," kata dia kemarin. "(Pertamina) baru rencana impor. Apabila proses normal dilakukan, barang baru masuk pada Januari atau Februari."

Proses impor, kata dia, membutuhkan waktu satu setengah bulan. Artinya, dia melanjutkan, tabung gas impor yang sudah berada di Pelabuhan Tanjung Priok itu telah diproses sejak satu setengah bulan lalu. "Suatu indikasi bahwa setiap sikap yang kami nyatakan secara terbuka, pasti akan dimanfaatkan oleh siapa pun," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur PT Global Pacific Energy Hendrik Luntungan mengaku telah mengimpor tabung gas 3 kilogram dari Cina. Menurut dia, impor dilakukan sebagai bentuk spekulasi. "Kami melihat ada peluang bisnis setelah Pertamina membuka kemungkinan klien dari luar negeri," katanya kepada koran ini kemarin.

Hendrik mengharapkan Pertamina akan diizinkan mengimpor tabung gas. Dengan begitu, tabung gas impor pesanan Global Pacific dapat segera ditawarkan kepada Pertamina. Itu sebabnya, kata dia, logo Pertamina pun telah dicetak pada tabung gas tersebut.

Dia mengaku tak ada andil Pertamina atau industri dalam proses impor. "Ini semata bentuk start awal," ujarnya.

Hendrik terkejut ketika diinformasikan bahwa Pertamina setuju membatalkan impor tabung gas 3 kilogram. "Ya, jelas, kami rugi transportasi," tuturnya.

Kalau benar batal, kata dia, tabung gas itu akan dikirimkan ke pasar luar negeri. "Di Australia ada pasar tabung 3 kilogram untuk camping," katanya.

Sementara itu, melalui pesan pendek telepon seluler, Deputi Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya menyangkal jika Pertamina disebut telah mengimpor tabung elpiji dari Cina. "Siapa bilang? Pertamina belum pernah impor tabung 3 kilogram," ujarnya.

l FERY FIRMANSYAH | YULIAWATI | NIEKE INDRIETTA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :