Mandala Tergelincir Menjurus Accident
Jum'at, 02 November 2007 | 08:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski tidak menelan korban jiwa atau luka parah, status kejadian tergelincirnya pesawat Mandala Airlines di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/11) kemarin, bisa mengarah pada kategori accident.
Merujuk laporan awal, Komite Nasional Keselamatan Transportasi menilai kejadian itu baru serious incident. "Ternyata ada kerusakan struktur," kata Juru Bicara KNKT J.A. Barata, ketika dihubungi, Jumat (2/11) pagi. Namun soal perubahan status belum dipastikan.
Temuan itu hasil dari penyelidikan di lapangan. Begitu kejadian, kata Barata, KNKT langsung menerjunkan tim investigasi yang dipimpin Kapten Ertata Lananggalih. Tim akan mengamati lapangan, mendokumentasi, dan yang penting mengevakuasi kotak hitam. "Secepatnya agar pesawat bisa segera digeser," katanya.
Akibat kejadian itu, semua penerbangan dan pendaratan di pangkalan udara dialihkan ke Bandar Udara Juanda, Surabaya. Tiga penumpang yang mengalami luka-luka dan sempat dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh.
Menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Kapten Wahyudi, kecelakaan ini akibat as roda depan pesawat Boeing 737-200 Jakarta-Malang itu patah. Insiden terjadi setelah pesawat mendarat dan berjalan pelan menuju tempat penurunan penumpang. Saat menuju tempat penurunan itu, as roda depan patah.
Sebelumnya, manajemen Mandala Airlines berulang kali menjamin bahwa aspek keselamatan akan diutamakan dalam operasi penerbangannya. Mandala juga mentargetkan sudah mengantungi sertifikat Internasional Air Transport Association Operation Safety Audit (IOSA) pada Maret tahun depan. Jika itu tercapai, di Indonesia Mandala menjadi yang kedua setelah Garuda Indonesia.Harun Mahbub





