WOM Finance Prediksi Laba Akan Turun
Minggu, 04 November 2007 | 18:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk., memprediksi laba bersihnya kan mengalami penurunan signifikan, sekitar Rp 200-250 miliar hingga akhir 2007 ini.
Menurut Presiden Direktur Wahana Ottomitra Multiartha Suwandi Wiratno , penurunan ini berkaitan dengan diterapkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/64PBI/2006 mengenai risk management consolidation (konsolidasi manajemen risiko).
Suwandi menjelaskan peraturan itu mewajibkan perusahaan pembiayaan berafiliasi dengan perbankan. Saat ini 50,03 persen saham WOM Finance dimiliki oleh PT Bank International Indonesia Tbk.
"WOM Finance mengikuti peraturan tersebut sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan dalam kebijakan pencadangan piutang ragu-ragu," katanya dalam siaran pers Jumat pekan lalu.
Pada kuartal kedua 2007, WOM Finance telah mencatat penurunan laba bersih sebesar Rp 84,95 persen menjadi Rp 9,035 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp 60,046 miliar.
WOM Finance menargetkan total pembiayaan sepeda motor tahun ini sebesar Rp 4,5 triliun, sedangkan pada 2008 tumbuh 10 persen menjadi Rp 5 triliun.
Hingga Juni lalu, perusahan ini r ini telah melakukan pembiayaan 189 ribu unit sepeda motor senilai Rp 1,9 triliun. Pencapaian pembiayaan tersebut, tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu perseroan telah melakukan pembiayaan kredit motor yang didominasi oleh Yamaha yang mencapai 6,5 persen. Kemudian disusul Honda 36,6 persen, dan Suzuki 16,9 persen.
Untuk target market tahun 2007 ini, WOM mentargetkan sebesar 10 persen. Target karena adanya pengetatan kredit untuk menciptakan portofolio yang sehat. Sedangkan belanja modal tahun ini perseroan menargetkan sebesar Rp 4,5 triliun.
Selain itu, perusahaan ini juga berencana menerbitkan obligasi syariah offshore (Sukuk) di Dubai pada tahun depan. Dubai dipilih perseroan dengan alasan regulasi seperti pajak sukuk yang dinilai lebih jelas daripada di Indonesia
SORTA TOBING





