Pemerintah Diminta Evakuasi Tujuh TKI Di Irak
Senin, 05 November 2007 | 09:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah meminta pemerintah segera mengevakuasi tujuh orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga masih terjebak di Kurdistan, Irak Utara. "Kami minta pemerintah segera bertindak untuk mengevakuasi mereka dari daerah yang belakangan sedang berkonflik itu," kata Anis kepada Tempo.
Ketujuh orang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu adalah Farida asal Cirebon, Siti Julaiha dan Castini binti Hariri asal Indramayu, Casinah binti Dulhasan asal Subang, Elly Anita asal Jember, Tafseng, dan Casinah. Dua nama terakhir, masih belum diketahui asal daerah mereka. "Kami meminta juga agar perusahaan yang mengirim mereka untuk bertanggung jawab," ujar Anis.
Pagi ini, sekitar pukul 09.15 WIB, keluarga Siti Julaiha, Casinah, dan Farida akan mendatangi Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia, Departemen Luar Negeri untuk menyampaikan tuntutan mereka. "Kami juga akan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia siang nanti, untuk menyampaikan hal yang sama," kata Anis.
Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno mengaku kesulitan melacak keberadaan belasan pekerja Indonesia di daerah konflik Kurdistan, Irak Utara. Erman mencatat, baru lima orang yang diketahui dalam keadaan selamat. Mereka adalah Ally Anita, Siti Julaiha asal Indramayu, Kasinah, Darmiati, dan Tafseng. Menurut catatan Migrant Care, satu nama lagi tenaga kerja yang selamat, yaitu Castini binti Hariri asal Indramayu.
RADEN RACHMADI
Topik :




Komentar Anda :