Produsen Piranti Lunak Lokal Belum Bisa Berbuat Banyak di Pasar Global

Selasa, 06 November 2007 | 17:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Produk piranti lunak (software) asal Indonesia masih belum mampu menembus pasar piranti lunak dunia

Menurut Presiden Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (ASPILUKI) Djarot Subiantoro, saat ini jumlah perusahaan piranti lunak nasional yang menjadi anggota ASPILUKI mencapai 250 perusahaan. Dari total perusahaan tersebut, sekitar 50 perusahaan sebenarnya sudah memasarkan produk-produknya ke pasar global. Namun, produk-produk piranti lunak lokal tersebut belum mampu menembus konsumen akhir (end user) di dunia karena hanya sedikit yang memenuhi standar yang ditentukan. “Hanya dua sampai tiga perusahaan saja yang memiliki standar Capability Maturity Model (CMM)," katanya di Jakarta, Selasa (6/11).

Capability Maturity Model (CMM) merupakan organisasi yang membantu perusahaan piranti lunak mengembangkan kualitas produknya agar dapat masuk pasar global.

Dia menjelaskan, hingga saat ini produsen Amerika Serikat menguasai pasar piranti lunak dunia. Dari total belanja piranti lunak dunia saat ini yang sudah mencapai Rp 10 ribu triliun, produsen piranti lunak negeri Abang Sam, katanya,”Mendominasi belanja software dunia sebesar 50 persen."

PURBORINI






Komentar Anda

Kirim