Realisasi Investasi di Nusa Tenggara Barat Rendah

Selasa, 06 November 2007 | 20:11 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Realisasi investasi di Nusa Tenggara Barat hanya 30 persen atau 90 perusahaan dari 280 perusahaan yang mengajukan rencana investasi. Masalah infrastruktur, listrik dan air bersih masih menjadi kendalan investor menanamkan modalnya. "Investasi di Nusa Tenggara Barat tidak terlalu menggembirakan," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nusa Tenggara Barat Endang Suprapti, Selasa (6/11).

Menurut Endang, investor yang belum merealisasikan rencana investasinya adalah pelaku pariwisata yang hendak membangun hotel dan usaha jasa lainnya. Jumlahnya, kata dia, mencapai 54 persen.

Endang menjelaskan, kawasan wisata sepanjang pantai Utara dan Selatan Kabupaten Lombok Barat, banyak pengusaha Jakarta yang sudah menguasai ratusan hektar lahan. Namun, hingga kini masih menjadi lahan tidur.

Para calon investor, kata dia, menuntut jaminan keamanan termasuk keringanan pajak. Endang mengungkapkan, hambatan investasi lainnya karena banyak kepala daerah di Nusa Tenggara Barat yang sudah menghitung pendapatan meski investor belum menanamkam modalnya.

Dari 280 perusahaan yang akan melakukan investasi tersebut sebanyak 101 perusahaan berasal dari dalam negeri dan 179 berstatus penanaman modal asing.

Selama periode 2002-2006 dari 89 surat persetujuan investasi modal asing senilai US$ 457,581 juta. Dari jumlah itu 23 perusahaan yang merealisasikan investasi senilai US$ 18,429 juta. Sedangkan dari empat rencana pemodal dalam negeri senilai Rp 132,7 miliar, hanya satu pemodal yang merealisasikan usahanya senilai Rp 60,5 miliar.

SUPRIYANTO KHAFID






Komentar Anda

Kirim