Indonesia Pionir Open Source

Rabu, 07 November 2007 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Perkumpulan negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) belum meminati sistem operasi komputer berbasis kode terbuka (open source). "Indonesia merupakan negara pioneer untuk teknologi open source gratis ini," kata Deputi Menteri Negara Bidang Dinamika Masyarakat Carunia Mulya Firdausy dalam acara ASEAN Workshop On Open Source Software di Serpong, Banten (7/11).

Menurut dia, faktor ekonomi menjadi salah satu mengapa negara-negara anggota ASEAN belum memperhatikan piranti lunak open source seperti Indonesia. "Malaysia dan Singapura misalnya, mereka mampu membeli lisensi software," kata dia. "Sehingga perhatian pemerintah kedua negara tidak sedalam pemerintah Indonesia."

Saat ini Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar mulai mempromosikan peranti lunak open source. Vietnam misalnya, sudah satu dekade ini bergeliat mempromosikan sistem tersebuit kepada masyarakatnya. Deputi Menteri Ilmu dan Teknologi Vietnam Tran Cong Yen mengatakan, tahun ini masyarakat Vietnam yang sudah menggunakan open source sebanyak 10 persen. "Tahun lalu masih 96 persen menggunakan piranti berlisensi," ujarnya.

Lain Vietnam, lain Kamboja. Di negeri tersebut, bahasa dan persoalan teknis menjadi momok ketika menerapkan teknologi open source. "Masyarakat negara kami lebih senang memilih Microsoft karena aplikasinya lebih mudah dimengerti," kata Keo Reasmey, Koordinator Pelatihan Teknologi Informasi Kamboja kepada Tempo kemarin.

Purborini

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :