Subsidi BBM dan Listrik Dikaji Ulang

Rabu, 07 November 2007 | 19:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sedang mengkaji subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik terkait lonjakan harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya bersama instansi sedang membuat simulasi subsidi bahan bakar dan listrik.

Menurut Purnomo, rapat tersebut membahas berbagai pilihan-pilihan yang memungkinkan dilaksanakan pemberian subsidi. "Bahkan sudah dibahas di rapat kabinet," katanya, Rabu (7/11). Saat ini subsidi bahan bakar minyak untuk premium 16,6 juta kiloliter, minyak tanah 9,6 juta kiloliter, dan solar 9,9 juta kiloliter.

Menurutnya, volume bahan bakar subsidi terbanyak adalah premium, yang untuk transportasi. "Tapi dari nilai rupiah subsidinya yang terbanyak adalah minyak tanah," ujarnya.

Adapun negara menanggung sekitar Rp 4.000 per liter karena minyak tanah hanya dijual sekitar Rp 2.000 per liter dari harga pasar sekitar Rp 6.000 per liter. Sementara konsumsi premium saat ini telah melewati enam persen dari kuota.

Mengenai pembatasan premium, Purnomo tidak memberikan jawaban yang jelas. Dia hanya mengatakan, pemerintah menjaga agar subsidi dinikmati masyarakat yang berhak.

Mengenai subsidi listrik, kata dia, pemerintah masih melakukan kajian. Dia menjelaskan, pemerintah sudah menjamin tidak ada kenaikan tarif dasar listrik hingga 2009. "Begitu juga dengan bahan bakar minyak juga tak ada kenaikan," katanya.

Namun Purnomo menuturkan, sejumlah langkah riil PLN untuk menghadapi kenaikan subsidi. Diantaranya, konversi bahan bakar pembangkit dari minyak diesel ke minyak bakar, penghematan oleh korporat terutama pada saat beban puncak, sosialisasi terhadap masyarakat untuk menghemat listrik dari pukul 18-22 WIB, dan menggunakan lampu yang hemat energi.

Realisasi pengeluaran negara untuk subsidi bahan bakar minyal tahun ini sebesar Rp 91 triliun dari angka subsidi dalam anggaran sekitar Rp 55 triliun

NIEKE INDRIETTA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :