Pertumbuhan Ekonomi Tidak Terganggu Harga Minyak
Rabu, 07 November 2007 | 00:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2007 tidak akan terganggu seiring dengan kenaikan harga minyak mentah yang hampir menyentuh angka US$ 100 per barel.
"Saya yakin angka 6,5 persen pertumbuhan ekonomi bisa dicapai tahun ini," ujar Komisaris Utama Bank Tabungan Nasional, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dalam konferensi persnya hari ini (7/11) di Jakarta.
Bahkan, mantan Menteri Koordinator Perekonomian di masa pemerintahan Megawati ini mengatakan Indonesia dapat mencapai angka 7 persen pertumbuhan ekonomi pada 2008 nanti.
Alasannya, ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang bertambah banyak, perekonomian negara ini akan dipacu oleh kota-kota yang semakin merapat seperti Jakarta dengan Bekasi, Bogor, Tangerang, dan sekitarnya.
"Konsentrasi penduduk di kota-kota yang merapat ke pusat itulah yang nantinya akan menggerakkan perekonomian kita," jelasnya.
Untuk sementara waktu subsidi akan naik akibat lonjakan harga minyak dunia tersebut. "Tapi dapat dibantu dengan adanya konversi BBM, dari pendapatan gas dan batu bara. Kita punya posisi yang bagus," kata Djatun.
Kekhawatiran perekonomian dunia akan terganggu akibat dari munculnya perlambatan ekonomi Amerika Serikat, menurutnya hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap negara penghasil komoditas, seperti Indonesia. Yang akan terpengaruh dengan slow down tersebut adalah negara penghasil barang manfaktur, seperti Malaysia dan Singapura.
Ia menambahkan posisi Indonesia saat ini juga sangat terbantukan oleh diversifikasi ekspor sehingga tidak terganggu dengan turunnya salah satu harga komoditas, seperti minyak. Sorta Tobing





