Hasil Audit Penerbangan Tim Eropa Diserahkan Pekan Depan

Sabtu, 10 November 2007 | 01:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim European Aviation Safety Agency (EASA) akan memaparkan rekomendasi dan hasil temuan audit empat maskapai Indonesia pada Senin (12/11) pekan depan. Namun, tim ini tak bisa memutuskan pencabutan larangan terbang Uni Eropa kepada Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi Mulyawan Suyitno mengatakan, pihaknya akan segera bekerja untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan oleh tim dari Eropa tersebut. "Begitu terima (rekomendasi dan hasil temuan) akan langsung bekerja," katanya, Jumat (9/11). Paparan yang akan diberikan tim pekan depan itu berisi rekomendasi dan hasil temuan audit regulator dan maskapai.

Sejak 5 November lalu, EASA melakukan audit empat maskapai penerbangan Indonesia yaitu Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast, dan Premi Air.

Sedangkan keputusan pencabutan larangan terbang Uni Eropa kepada Indonesia, kata dia, akan diumumkan pada 19 Desember mendatang dalam Sidang Aviation Safety Unit Komisi Eropa di Brussel, Belgia. "Kalau bisa, perbaikan bisa selesai sebelum 19 November," kata Budhi. Dalam pertemuan di Brussel nanti, Indonesia akan diberi waktu 20 menit untuk memaparkan kepada 27 negara anggota komisi.

Dia menjelaskan, hasil pertemuan pemerintah dengan empat maskapai mengungkapkan beberapa hal yang bisa dintindaklanjuti antara lain, revisi manual dan memberi pelatihan terhadap pilot. "Tim menggarisbawahi masalah keselamatan," katanya.

Tim Eropa tersebut, kata Budhi, meminta kepada regulator untuk mempercepat struktur organisasi, pengadaan dan penambahan beberapa personil kunci. Rencana pemerintah tersebut sudah dituangkan dalam kontrak dengan ICAO (International Civil Aviation Organisation). ICAO juga akan mendatangkan pakar-pakarnya untuk rencana ini.

Budhi mengatakan, pemerintah juga sudah melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan keahlian pilot yang diminta oleh ICAO. "Kami sudah lakukan English proficiency, meski batas waktunya Maret 2008," katanya. Dia menambahkan, itu, pihaknya juga sudah mengadakan pelatihan kerja sama dengan Australia dan Jepang.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menjelaskan, tim audit Uni Eropa ini berbeda dengan tim General Authority Civil Aviation (GACA). "Mereka pakar bukan otoritas, sehingga tak bisa memberi keputusan (pencabutan larangan terbang)," katanya.

Pemerintah, kata Jusman, menginginkan agar larangan terbang Eropa dicabut. Sebab, pelarangan ini dapat menghambat kemajuan industri penerbangan yang menjadi tulang punggung pergerakan barang dan jasa di Indonesia.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengaku belum mengetahui hasil audit EASA. Menurut dia, tim mengunjungi fasilitas Garuda pada 7 November.

RIEKA RAHADIANA






Komentar Anda

Kirim