Pasar Saham Asia Masih Cukup Solid
Senin, 12 November 2007 | 09:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasar saham Asia diramalkan masih cukup solid pada 2008, karena tren pertumbuhan ekonomi yang cukup positif di beberapa negara.
Selain itu, cadangan devisa negara-negara Asia juga cukup besar untuk meredam gejolak ekonomi dunia yang diramalkan akan terjadi tahun depan. "Cina, Jepang, Hongkong, Thailand, Malaysia bahkan Indonesia memiliki cadangan devisa yang cukup," kata analis dari Sinar Mas Securitas Alfiansyah kepada Tempo, Senin (12/11).
Melambungnya harga minyak, ia melanjutkan, jika bertahan lama memang diprediksi akan membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa yang akan membuat pasar Asia bisa terpengaruh. Namun, hal itu juga bisa berdampak positif bagi Asia.
"Investasi dari Amerika dan Eropa bisa berpindah ke Asia jika invstor melihat fundamental yang lebih solid," kata Alfiansyah. Pasar Asia bisa lebih menarik, syaratnya iklim investai dan stabilitas keamanan terjaga.
Untuk Indonesia, Alfiansyah menilai bisa saja terjadi penurunan di pasar saham jika pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas dalam negeri. "Tahun depan kan sudah masuk persiapan pemilu," katanya.
Sebelumnya, Lembaga rating Standard and Poor's meramalkan tahun 2008 menjadi tahun suram bagi pasar saham Asia. Pasar Asia diperkirakan bakal terkoreksi tajam. Laporan itu juga menunjukkan peningkatan level resiko pada pasar modal Asia.
Gunanto ES





