Pengeluaran Operasional Bank Sentral Naik 16 Persen
Senin, 12 November 2007 | 12:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia hari ini mengajukan rencana anggaran tahunan 2008 kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Lewat rapat kerja bersama Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, bank sentral merencanakan penerimaan operasional mencapai Rp 26,4 triliun atau naik 18,27 persen dibandingkan tahun lalu Rp 17,8 triliun. Sedangkan pengeluaran operasional dianggarkan Rp 5,2 triliun atau naik 16,04 persen dari sebelumnya Rp 4,5 triliun.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan rencana anggaran 2008 itu disusun dengan asumsi utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008, yakni pertumbuhan ekonomi 6,8 persen, inflasi 6 persen dana rata-rata nilai tukar Rp 9.100 per dolar AS.
"Dengan demikian anggaran operasinal BI tahun depan diperkirakan surplus Rp 21,18 triliun," kata Miranda di ruang rapat Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI, Senin (12/11).
Miranda memaparkan, rencana penerimaan operasional diperoleh dari kegiatan pengelolaan devisa, surat-surat berharga (SSB) dalam negeri, pengelolaan sistem pembayaran dan penerimaan lainnya. Sedangkan anggaran pengeluaran akan dipergunakan untuk pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan logistik, dan pelaksanaan kegiatan pendukung serta pengeluaran lainnya.
Hingga Agustus 2007, realisasi surplus anggaran tahunan telah mencapai Rp 13,66 triliun atau 76,6 persen dari anggaran BI tahun 2007 sebesar Rp 17,8 triliun. Surplus diperoleh dari realisasi penerimaan operasional Rp 16,01 triliun dikurangi realisasi pengeluaran Rp 2,34 triliun. "Dari data terakhir, kami perkirakan surplus tahun ini akan mencapai Rp 18,98 triliun atau 106,5 persen dari rencana semula," ungkapnya.
AGOENG WIJAYA
Topik :




Komentar Anda :