US$ 2,5 Triliun Banjiri Pasar Negara Berkembang

Senin, 12 November 2007 | 13:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Chief Investment Strategist Standard Charterred Bank, Lim Say Boon mengatakan, dana investor yang berasal dari negara maju sebesar US$ 2,5 triliun membanjiri pasar finansial negara-negara berkembang, sejak terjadinya krisis subprime mortgage dan pelonjakan harga minyak dunia.

"Dana-dana itu masuk ke pasar keuangan Cina, India, dan Indonesia," kata Lim dalam presentasi seminar Wealth Management di Jakarta, Senin (12/11)

Membanjirnya dana asing itu, menurut dia, disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya resesi ekonomi di negara-negara maju akibat krisis kredit perumahan di Amerika dan melonjaknya harga minyak dunia.

Selain itu, dia melanjutkan, keputusan bank sentral Amerika (The Fed) menurunkan bunga ke level 4,5 persen, membuat investor di pasar finansial mencari negara lain yang pertumbuhannya tinggi.

Emerging market seperti Cina, India, dan Indonesia, menurut Lim, masih mungkin untuk tumbuh karena grafik transaksinya terus meningkat. "Sementara, level konsumsinya pun terus naik," katanya.

l EKO NOPIANSYAH

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: