Defisit Tahun 2007 Tetap 1,5 Persen
Selasa, 13 November 2007 | 13:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis, meskipun harga minyak dunia naik tinggi pada Oktober-Desember 2007, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun ini tetap 1,5 persen produk domestik bruto.
"Artinya kalau defisitnya 1,5 persen anggaran 2007 tetap aman," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama panitia ad hoc bidang anggaran dan energi Dewan Perwakilan Daerah, di Senayan Jakarta, Selasa (13/11).
Realisasi itu, menurut Sri Mulyani, sudah memasukkan realisasi lifting minyak mentah 2007 yang diperkirakan lebih rendah dari targetnya. Realisasi lifting diprediksi hanya sebesar 910 ribu barel per hari lebih rendah 40 ribu dari target 950 ribu barel per hari.
Sri Mulyani mengatakan, kenaikan harga minyak memiliki dampak naiknya subsidi bahan bakar minyak dan listrik tetapi itu bisa dikompensasi dari kenaikan pajak penghasilan migas, dan penerimaan negara bukan pajak migas.
Disamping itu, terdapat beberapa sumber yang terkait minyak juga mendapatkan wind fall, yaitu naiknya laba BUMN pertamina dan tambahan dari pungutan ekspor crude palm oil. Selain itu, ada penghematan dan efisiensi belanja Rp 19,6 triliun.
l AGUS SUPRIYANTO





