Perekonomian Tahun Depan Diprediksi Tak Berkualitas
Selasa, 13 November 2007 | 13:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan ekonomi 2008 diprediksi tak berkualitas lantaran tak dibarengi penyerapan tenaga kerja. Industri cenderung memilih pengembangan teknologi ketimbang menyerap sumber daya manusia (SDM) baru.
Chief Ecomonist PT Bank Negara Indonesia Tbk., A. Tony Prasetiantono menuturkan, salah satu industri yang paling ekstrim mengembangkan teknologi adalah perbankan. Pada masa mendatang, perbankan akan fokus mengembangkan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan e-banking ketimbang menambah teller.
"Ini juga terjadi pada industri manufaktur. Jika tak diatasi pertumbuhan memang bisa tinggi, tapi masalah besar pengangguran tak teratasi," kata Tony dalam seminar Prospek Ekonomi dan Politik Indonesia 2008 di Jakarta, Selasa (13/11).
Tony menuturkan, pertumbuhan ekonomi tahun depan tetap menjanjikan. Dalam perhitungan tim ekonomi BNI, pertumbuhan ekonomi 2008 mencapai 6,5 persen. Tingkat inflasi juga lebih baik, pada posisi 6,5 persen.
Tapi, dia mengeluhkan, kecenderungan perekonomian 2007 yang hanya didorong industri non-tradeable berlanjut hingga 2008. "Akibatnya penyerapan tenaga kerja terus melemah," ujarnya.
Menurut dia, saat ini, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya menyerap 200-300 ribu angkatan kerja. Padahal, di negara lain , 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400 ribu angkatan kerja.
Sementara, angkatan kerja baru di Indonesia mencapai 2-3 juta jiwa per tahun. Sedangkan pertumbuhan penduduk mencapai 1,3 persen per tahun. "Ini masalah utama tahun depan yang harus selesaikan," katanya.
l AGOENG WIJAYA





