BI: Neraca Pembayaran Membaik Akibat Lonjakan Harga Minyak

Selasa, 13 November 2007 | 18:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai lonjakan harga minyak dunia mendorong kinerja positif neraca pembayaran. Cadangan devisa juga ikut meningkat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom menuturkan, meningkatnya surplus neraca pembayaran Indonesia didorong oleh stabilnya konsumsi bahan bakar minyak di dalam negeri. Alhasil, kenaikan harga minyak dunia memberi surplus pada neraca minyak dan gas. "Defisit pada neraca perdagangan minyak akan diimbangi oleh surplus neraca gas yang lebih besar," katanya dalam rapat kerja Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung DPR, Selasa (13/11).

Apalagi, kinerja ekspor non-migas diperkirakan tetap berjalan baik sejalan dengan kecenderungan naiknya harga komoditas andalan ekspor, seperti barang tambang maupun agroindustri. "Dari transaksi modal dan finansial diperkirakan Indonesia masih akan mendapak pengaruh posifit," ujarnya.

Berdasarkan simulasi BI, dengan harga minyak US$ 62 per barel pada awal 2007, posisi cadangan devisa akhir tahun akan mencapai 54,3 miliar dolar AS. Dengan kenaikan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir yang rata-rata mencapai US$ 69,8 per barel, cadangan devisa akan melonjak menjadi US$ 56,65 miliar. Data BI menunjukkan posisi cadangan devisa per Oktober mencapai US$ 54,2 miliar.

Meski yakin surplus nercara pembayaran bakal menguat, Miranda memperingatkan pentingnya perhatian terhadap potensi risiko lainnya yang bisa menurunkan surplus dalam negeri. Risiko itu bisa berupa peningkatan konsumsi BBM atau dampak-dampak sentimen negatif terhadap perekonomian.

Dari sisi inflasi, Miranda menambahkan, dampak harga minyak dunia juga perlu diperhatikan seksama. Kenaikan harga minyak berpengauh pada barang impor, baik untuk proses produksi maupun konsumsi. "Kenaikan harga barang impor ini berpotensi meningkatkan headline inflasi," ungkap Miranda.

AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :