Kenaikan Harga Minyak Untungkan Pertamina

Kamis, 15 November 2007 | 00:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) berpotensi meraup untung dari kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$ 90 per barel. Direktur Utama Tri Siwindono mengatakan, kenaikan harga minyak menyebabkan pendapatan berpotensi meningkat.

"Dari sisi hulu, income naik, meskipun cost juga naik," kata Tri kepada Tempo Selasa lalu ketika dihubungi di Bali. Menurut dia, Pertamina tetap untung meski biaya operasional meningkat sebab potensi income jauh melebihi cost.

Tri menjelaskan, Biaya operasional meningkat antara lain karena biaya rig dan bahan bakar minyak untuk operasional rig. Tapi, ia merahasiakan besaran pendapatan yang akan diperoleh Pertamina dari kenaikan harga minyak. "Kami masih menghitung.”

Pertamina EP juga memperkirakan kontribusi kepada pemerintah berdasarkan Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Pajak pada tahun ini US$ 1,141 Miliar. Menurut Direktur Hulu Pertamina Sukusen Soemarinda, prognosa ini berdasarkan perhitungan dari produksi migas Pertamina EP saja, belum termasuk hasil dari kemitraan. "Realisasi sampai September sekitar US$ 762 juta," katanya.

Tahun lalu kontribusi Pertamina EP sekitar US$ 805 miliar. Tahun depan, ia melanjutkan, Pertamina merencanakan mengirimkan kontribusi sekitar US$ 1,778 miliar. Pendapatan Pertamina EP baik dari lapangan milik sendiri maupun kemitraan pada 2007 diperkirakan US$ 1,104 miliar, sedangkan tahun depan US$ 1,058 miliar.

Berdasarkan Work Program and Budget (WP&B) 2007, realisasi produksi minyak PT Pertamina EP tahun 2007 sebesar 97 persen dari rencana. Perinciannya, dari target rencana produksi rata-rata 117.535 barel minyak per hari dan realisasi produksi sampai Oktober 2007 rata-rata 109.354 barel per hari sampai 113.849 barel per hari.

Adapun dari sisi target total produksi sekitar 42,9 juta barel serta realisasi total volume baru sekitar 33,6 juta barel.

Menurut Sukusen, tahun depan Pertamina EP mentargetkan produksi minyak 118 persen dari rencana tahun ini, yaitu rata-rata 138.840 barel per hari dengan total volume 50,8 juta barel.

Nieke Indrietta

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :