Properti Singapura Dikuasai Warga Indonesia

Kamis, 15 November 2007 | 02:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Investor asal Indonesia masih tetap menjadi penguasa kepemilikan properti di Singapura. Di negeri itu warga Indonesia menguasai sekitar 22 persen kepemilikan propert asing.

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority (URA) Singapura dan Savills Research Consultancy, selama semester pertama 2007, 29 persen properti yang terjual di Singapura dibeli oleh asing. Dari jumlah itu, sekitar 1.300 properti atau 22 persen dari pembelian properti asing dibeli oleh warga Indonesia.

URA dan Savills juga mengatakan jumlah warga asing yang membeli properti di Singapura pada kuartal kedua naik sekitar 27,5 persen dari kuartal sebelumnya.

Menurut Direktur Pemasaran Perumahan Marina Bay Financial Center Kan Kum Wah, perumahan mewah masih menjadi incaran pembeli dari luar Singapura. "Jumlah pembeli dengan harga di atas Sin$ 1,5 juta atau Rp 9 miliar naik 39 persen dalam kuartal kedua 2007," ujarnya dalam rilisnya yang diterima Tempo, Rabu (13/11).

Pada 2006, kata Wah, pembeli asing lebih meminati hunian pribadi dengan harga Sin$ 500 ribu (Rp 3 miliar) hingga Sin$ 1 juta (Rp 6 miliar).

Wan menuturkan, sebagian besar penyerapan apartemen yang dibeli oleh asing dari Januari hingga Juli 2007 dikuasi oleh lima kelompok investor tradisional. Investor dalam kelompok itu yakni Indonesia, Malaysia, India, Inggris, dan Cina. "Tetap signifikan, hampir 68 persen dari seluruh penjualan ke tangan asing," ujarnya.

Dia mengungkapkan, 10 persen pembeli apartemen Marina Bay Residences adalah warga Indonesia. Penjualan perumahan tersebut laris manis. Menurut Wan, pihaknya berhasil menjual habis 428 unit residences hanya dalam waktu tiga hari pada Desember 2006.

Kini perusahaannya akan membuat Marina Bay Suites yang lebih mewah dari proyek sebelumnya. Dia optimis proyeknya kali ini bakal doborong warga Indonesia.
"Menarik bagi investor Indonesia sebagai lokasi investasi yang baru dan alternatif bagi Orchard Road, karena mereka banyak bepergian," ujarnya.

Dia mencontohkan, permintaan properti di Macau begitu banyak, terutama yang dekat kasino. "Untuk investasi dan dipakai oleh pembeli sendiri," ucapnya. Selain itu, kata Wan, warga Indonesia menyenangi properti terbaik yang berada dekat pusat pertokoan, bisnis, dan pelayanan lainnya.

Dalam proyek barunya ini, Marina menawarkan 223 apartemen mewah dengan tiga hingga empat kamar tidur. Marina Bay Suites rencananya akan dibangun dekat dengan pacuan Grand Prix, Esplanade Theatres on the Bay, dan Gardens by the Bay. "Pusat kota baru ini sedang berkembang menjadi pusat bisnis dan hiburan yang paling menggiurkan," ujarnya. Dia memperkirakan proyek Marina akan dipasarkan tahun depan dan diselesaikan pada 2011.

RIEKA RAHADIANA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :