|
Rasio Kredit Seret 2008 Diprediksi Turun
Kamis, 15 November 2007 | 16:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) memperkirakan persentase kredit seret atau non performing loan (NPL) pada 2008 sebesar 5-5,5 persen. Proyeksi ini didukung oleh bank-bank negara yang akan menerapkan regulasi restrukturisasi piutang.
Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan, rasio NPL tertinggi berada di sektor industri yaitu mencapai 8,56 persen karena lonjakan harga minyak sangat mempengaruhi kinerja korporasi.
"Perbankan harus lebih memperhatikan keadaan ini untuk menghindari naiknya NPL," kata Muliaman dalam seminar Infobank Outlook 2008 di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (15/11).
Tahun ini pun, kata dia, NPL akan terus menurun hingga ke level 5,75 persen dari 6,31 tahun lalu. Penurunan itu disumbang dari restrukturisasi dan hapus buku kredit bermasalah dari dua bank BUMN.
Rasio tertinggi kredit bermasalah, menurut dia, berdasarkan klasifikasi jenis kreditnya adalah kredit investasi dan modal kerja yaitu sebesar 8,41 persen dan 5,05 persen. Sebab masih terdapat persepsi negatif terhadap daya saing perekonomian Indonesia.
Sementara kredit konsumsi memiliki rasio NPL yang rendah sebesar 3,29 persen. "Tapi saya yakin NPL akan terus menurun tahun depan," ujar dia.
l Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|