Otoritas Moneter Harus Aktif Sebarkan Info pasar

Senin, 19 November 2007 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Otoritas moneter Indonesia harus aktif menyampaikan perkembangan pasar keuangan kepada industri agar antisipasi terhadap dampak negatif yang akan terjadi bisa segera dilakukan. Pasalnya, gejolak yang terjadi di pasar keuangan dunia saat ini belum bisa diketahui titik akhirnya.

Senior Resident Representative International Monetery Fund (IMF) Stephen Schwartz mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya sudah siap menghadapi gejolak yang terjadi di pasar keuangan.

Namun, kata dia, keterbatasan informasi kepada masyarakat dan pelaku industri membuat kekhawatiran terulangnya krisis keuangan di Indonesia muncul.

"Pemerintah dan Bank Indonesia harus mengintensifkan forum keuangan untuk bertukar informasi," kata Stephen di gedung Bank Indonesia Jakarta, Senin (19/11).

Dia menjelaskan bahwa performa perekonomian Indonesia pada 2007 membaik seiring meningkatnya cadangan devisi yang hampir mencapai US$ 55 miliar. Selain itu diversifikasi pasar ekspor produk indonesia turut membatasi meluasnya efek negatif gejolak yang terjadi akibat krisis kredit perumahan di Amerika Serikat dan melonjaknya harga minyak.

"Kondisi sekarang berbeda dengan sepuluh tahun lalu dimana produk migas dan non migas Indonesia banyak dijual ke pasar Amerika Serikat, sekarang sebagian besar dipasarkan ke negara-negara Asia," ujarnya.

Diversifikasi pasar ekspor itu membuat Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh memburuknya perekonomian Amerika Serikat.

Namun, lanjut dia, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 hanya akan bergerak pada level 6,1 persen karena akan terjadi perlambatan ekonomi dunia akibat lonjakan harga minyak. Menurut analisa yang dilakukan IMF, perekonomian dunia tahun depan hanya akan tumbuh 4,8 persen atau lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2007 sebesar 5,2 persen.

Perlambatan itu terjadi karena inflasi yang akan meningkat dan efek turunan yang masih berlanjut dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat.

l Eko Nopiansyah

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :