Mandala Yakin Lolos Penilaian Eropa

Rabu, 21 November 2007 | 01:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Chief Executive Officer PT Mandala Airlines Warwick Brady mengatakan tim Komisi Eropa tak mempersoalkan kasus roda patah pesawat Mandala di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Meski, insiden itu terjadi empat hari sebelum tim datang ke Indonesia.

"Itu unlucky, kami sedang menunggu investigasi untuk mengetahui penyebabnya," kata Warwick kepada Tempo di ruang kerjanya di Jakarta Senin lalu.

Menurut dia, tim audit dari Eropa memberikan nilai positif terhadap Mandala Airlines dalam penerapan manajemen operasional dan meningkatkan aspek keselamatan penerbangan. Mandala memaparkan meningkatkan keselamatan penerbangan yang meliputi key personnel and safety management system, kelaikan dan perawatan pesawat, pelatihan, serta audit.

Tak ada korban dalam insiden di Malang. Tapi, kejadian itu membuat pemerintah khawatir akan mempengaruhi penilaian Eropa. Semua maskapai Indonesia masuk daftar alarangan terbang ek Eropa sejak 6 Juli lalu.

Daftar akan dievaluasi tiap tiga bulan. Keputusan akan diambil dalam sidang di Brussel, Belgia, pada 19 November 2007 yang diikuti seluruh anggota Uni Eropa. Itu sebabnya, Eropa mengirim tim audit ke Indonesia pada 5-9 November lalu untuk mengumpulkan bahan evaluasi.

Mandala, yang sahamnya dikuasai oleh Indigo Partners dan Cardig International, termasuk maskapai yang diperiksa oleh Eropa disamping PT Garuda Indonesia dan penerbangan kargo Prime Air. Pemerintah mengusulkan tiga maskapai itu dicoret dari daftar larangan terbang ke Eropa.

Bersamaan dengan kunjungan tim Eropa, Warwick menerangkan, Mandala kedatangan tim audit dari International Air Transport Association (IATA) untuk audit sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA). Program audit IOSA ditargetkan kelar Maret mendatang. "Langkah ini merujuk standar internasional," ujarnya.

Harun Mahbub Billah

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :