Saham Telkom dan Indosat Akan Cenderung Flat
Rabu, 21 November 2007 | 08:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan PT Indosat Tbk. diperkirakan masih akan cenderung flat hari ini. Para investor diprediksi akan wait and see untuk berinvestasi di sektor telekomunikasi.
"Untuk Telkom kelihatannya akan sulit melampaui Rp 10.500, tapi kalau turun pun tidak akan lebih rendah dari Rp 9.700. Karena memang range pergerakan saham Telkomsel ya segitu," ujar analis Capital Assets Management, Satria Utomo pada Tempo, Rabu (21/11) di Jakarta.
Sedangkan untuk harga saham Indosat hari ini diprediksi paling banter akan berkisar Rp 7.500-7.700. "Jadi kalau saham di level itu, investor lebih baik beli saja. Karena ini angka yang bagus," katanya.
Ia menilai, anjloknya harga saham kedua perusahaan itu pada penutupan perdagangan kemarin masih akan berbuah sentimen negatif dalam beberapa waktu ke depan. "Tapi potensi penurunan yang lebih besar lagi akan sangat terbatas. Dan kelihatannya masih mungkin terjadi technical rebound," jelas Satrio.
Sebab, menurut dia, prospek saham telekomunikasi masih cukup menarik bagi investor seiring pertumbuhan ekonomi yang cenderung membaik. "Lagi pula kasus Temasek bukan masalah fundamental karena hanya menyoal kepemilikan perusahaan. Lain halnya jika menurunnya kinerja keuangan perusahaan," ungkapnya.
Seperti diketahui, harga saham Telkom kemarin jatuh 350 poin (3,35 persen) menjadi Rp 10.100, dan karena saham Indosat anjlok 400 poin (4,76 persen) ke posisi Rp 8.000. Dengan demikian, total penurunan kapitalisasi pasar kedua perusahaan itu Rp 9,15 triliun (Koran Tempo, 21 November).
Anjloknya harga saham itu terkait keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin lalu. KPPU menyatakan Temasek Holdings Pte. Ltd.-melalui Singapore Telecommunication (SingTel) dan Singapore Technologies (ST) Telemedia--terbukti melakukan monopoli karena memiliki saham perusahaan sejenis di industri yang sama.
RR ARIYANI
Topik :




Komentar Anda :