Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Minyak Mentah Hampir US$ 100 per Barel
Rabu, 21 November 2007 | 20:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hanya tinggal 1 dolar AS lagi harga minyak mentah dunia mencapai US$ 100 per barel. Dalam transaksi di pasar komoditas New York kemarin, minyak jenis light sweet untuk pengiriman Januari sudah diperdagangkan di level 99,29 per barel meski kemudian ditutup pada harga US$ 99 per barel pada penutupan perdagangan sore. Ini rekor harga terbaru setelah 7 November lalu, minyak diperdagangkan US$ 98,62 per barel.

Kalangan analis pasar minyak menduga kenaikan harga itu dipicu oleh kekhawatiran tak bakal mencukupinya pasokan karena belahan bumi utara memasuki musim dingin serta aneka pemberitaan soal sejumlah kilang mengalami masalah. Apalagi India dan Cina, yang sedang menikmati pertumbuhan, terus meningkatkan konsumsi minyak.

Analis juga memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika ditambah penurunan nilai dolar Amerika, yang diduga bakal direspons dengan pemotongan suku bunga The Fed, turut mendorong kenaikan harga minyak.

Sementara itu, investor telah menaruh uang dalam kontrak-kontrak minyak sebagai upaya memproteksi simpanan dolar mereka. Mereka berspekulasi bahwa perolehan dari minyak akan menutup kerugian dari lemahnya nilai dolar.

"Sekarang pasar tengah mentargetkan harga minyak pada US$ 100 per barel," kata Victor Shum, analis energi dari Purvin & Gertz di Singapura, kepada AP. "Fakta adanya sentakan harga di perdagangan jangka pendek menegaskan kencangnya lari harga minyak."

Saat ini produksi minyak dari negara-negara produsen hanya 85 juta barel per hari. Sedangkan Departemen Energi Amerika Serikat mengatakan kebutuhan konsumsi minyak per hari adalah 85-86 juta barel.

"Yang mendasari tren harga minyak adalah permintaan besar pasokan sedikit," kata Jeff Brown, Direktur Pengelolaan dan Kepala Ekonom di FACTS Global Energy, Singapura.

Menyikapi harga minyak dunia yang nyaris menembus US$ 100 per barel, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan kemungkinan bakal ada revisi bujet dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008.

Dia mengaku belum bisa memastikan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam anggaran perubahan itu. Alasannya, harga minyak masih berfluktuatif, naik dan turun, sehingga tak bisa dipastikan. Saat ini, kata dia, harga minyak mentah Indonesia diperdagangkan lebih dari US$ 65 per barel. "Kenaikan harga minyak dunia itu faktor eksternal, kita tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

Meski demikian, Purnomo meyakinkan bahwa anggaran tahun ini aman karena kenaikan harga minyak itu terjadi di pengujung tahun. "Cara terbaik adalah tidak panik, sabar. Pemerintah akan melakukan langkah-langkah terbaik," katanya.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak akan menambah beban subsidi minyak, tapi juga akan meningkatkan pendapatan dari kenaikan harga komoditas lainnya.

Namun, Purnomo juga mengakui kenaikan konsumsi bahan bakar minyak dalam negeri menjadikan Indonesia tak hanya sebagai negara produsen minyak, tapi juga konsumen. Itu sebabnya, di tengah gejolak harga minyak, pemerintah pun menyiapkan upaya-upaya pembauran energi fosil, seperti minyak dengan energi alternatif lain. "Masih banyak potensi energi lain yang bisa ditambahkan dalam komposisi energi kita," ujarnya.

Komposisi energi saat ini antara lain produksi minyak bumi dan kondensat sekitar 1 juta barel per hari, gas sekitar 1,5 juta barel ekuivalen per hari, batu bara sekitar 2 juta barel ekuivalen per hari. Total 4,5 juta barel ekuivalen minyak per hari. Purnomo memperkirakan energi fosil masih akan digunakan pada 2025-2030.

l Nieke Indrietta


Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Minyak Diproyeksi Turun Pada Kuartal Pertama 2008
Kondisi Timur Tengah Terus Dorong Lonjakan Harga Minyak
Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Inflasi
Pengadaan Tabung Gas 2008 Diminta Tanpa Impor
Presiden Yudhoyono Cemas Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel
Bagi Hasil Migas Musibanyuasin Turun
Pemerintah Dinilai Tanpa Perencanaan
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Minyak Mentah
Bank Dunia: Harga Minyak Jadi Berkah Negara Berkembang
Anggaran Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Minyak
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112053 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data