Haircut Naikkan Penerimaan BNI
Rabu, 21 November 2007 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) memperkirakan haircut atau potongan tagihan seret usaha mikro kecil menengah (UMKM) bakal menambah pundi-pundi pendapatannya sebesar Rp 250 miliar.
Direktur Utama BNI Sigit Pramono menuturkan hingga kini baru 20 persen, dari total kredit macet UMKM sebesar Rp 5 triliun, yang siap direstrukturisasi lewat program potongan utang. Dengan asumsi rata-rata discount rate 50 persen berjalan, pengembalian dari tagihan kredit seret akan mencapai Rp 500 miliar.
Setengah dari angka itu, kata Sigit, sudah dihapusbukukan. "Sisanya, Rp 250 miliar, tercatat dalam pembukuan sebagai penerimaan," kata dia di Jakarta, Selasa lalu.
Menurut dia, penerimaan Rp 250 miliar itu akan mengurangi rasio kredit seret (NPL). Seberapa besar pengurangannya, Sigit mengaku belum bisa memastikan.
Untuk merealisasi haircut piutang seret itu, Sigit menuturkan telah dilakukan sosialisasi ke kantor cabang di daerah. Sementara itu, pekan ini, menurut dia, empat bank BUMN akan menyepakati tata cara restrukturisasi, termasuk soal besarnya discount rate. "Karena waktunya singkat, kami upayakan sebesar-besarnya, yang dapat kami capai akan kami lakukan," ujarnya.
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Agus Martowardojo berharap potongan utang maksimal hanya sebesar 50 persen. Saat ini, kata dia, kredit seret UMKM Bank Mandiri mencapai Rp 4,3 triliun. Tapi dia enggan mengungkapkan potensi pendapatan dari program restrukturisasi ini. "Kami harus melihat dulu berapa besar yang bisa kami haircut. Itu pun sifatnya kasus per kasus," tuturnya.
Direktur PT Bank Tabungan Negara Kodradi juga mengaku belum tahu berapa tingkat pengembalian dari jumlah kredit macet UMKM BTN yang mencapai Rp 1 triliun. Dia malah mengakui belum mempersiapkan detail restrukturisasi. "Saya habis cuti, lagian jumlah kredit macet UMKM di BTN relatif tidak besar," katanya enteng.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) Sofyan Basir mengaku siap memberikan haircut hingga 100 persen bagi debitor UMKM yang kondisinya tidak memungkinkan. Dia mencontohkan debitor korban meninggal di daerah bencana. "Untuk debitor yang masih prospek, kami kenakan minimal diskon 10 persen," ucapnya.
l AGOENG WIJAYA
Topik :




Komentar Anda :