Laba Tunas Baru Lampung Naik 38 Persen
Jum'at, 23 November 2007 | 18:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Tunas Baru Lampung Tbk. membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp 52,5 miliar per September 2007, naik 38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 38 miliar.
Kenaikan ini merupakan imbas dari naiknya harga jual produk perusahaan sebesar 53 persen. Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung, Sudarmo Tasmin mengatakan, tahun ini harga CPO dan produk-produk turunannya naik secara drastis, terutama pada kurtal III. "Hal ini mendorong naiknya laba perusahaan," tuturnya.
Targetnya, sampai akhir tahun perseroan akan mampu meraih laba bersih Rp 80 miliar naik 51,2 persen dari tahun lalu sebesar Rp 52,9 miliar . Hal ini, menurut Sudarmo, didukung dengan adanya pertumbuhan volume penjualan dibanding dengan perusahaan sejenis yang mulai stagnan pertumbuhan volume penjualannya. Adanya penambahan lahan seluas 29.500 hektar di Banyuasin, Sumatera Selatan dan 45.000 hektar di Pontianak, Kalimantan Barat akan menambah pasokan bahan baku untuk menaikkan volume produksi perseroan.
Akibat penambahan lahan tersebut, perseroan telah memiliki lahan total seluas 120.000 hektar, dengan yang telah berproduksi baru sekitar 50.000 hektar. Tahun depan, ujar Sidarmo, perseroan akan menambah sekitar 3.000 hektar lagi. "Kita ingin menjadi perusahaan dengan luas lahan produktif mencapai 100.000 hektar," kata Sudarmo.
Untuk investasi lahan di Banyuasin, perseroan menggunakan dana internal sebesar 35 persen, sedangkan 65 persen sisanya dipinjam dari bank. Perseroan beberapa bulan lalu melakukan pinjaman sebesar US$ 70 juta yang dikordinir oleh PT Rabobank International Indonesia.
"Untuk investasinya, sekitar Rp 30 juta per hektar, secara bertahap dari awal penanaman sampai berproduksi. Untuk awal biasanya sebesar Rp 12-15 juta," ujar Sudarmo.
Sedangkan untuk investasi lahan di Pontianak, perseroan juga masih akan menggunakan dana internal hasil penjualan dan sisa pinjaman perbankan sebelumnya.
Sahala Lumbanraja/TNR





