Harga Minyak Kembali Dekati US$ 99 per Barel
Senin, 26 November 2007 | 19:04 WIB
TEMPO Interaktif, Singapura:Harga minyak mentah dunia kembali mendekati US$ 99 per barel pada perdagangan, Senin (26/11). Minyak mentah untuk pingiriman Januari 2008 di bursa New York diperdagangkan US$ 98,52 naik US$ 34 sen dari US$ 98,18 per barel pada akhir pekan lalu. Sedangkan minyak jenis Brent North Sea naik menjadi US$ 96,55.
"Fundamental pasar ketat dan salah satu pemicu melonjaknya harga minyak karena pasar yang ketat," ujar analis David Moore dari the Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip AFP, Senin (26/11).
Menurut David, pasar minyak masih menunggu hasil pertemuan anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 5 Desember. Dia mengatakan, pertemuan tersebut sangat penting meski tidak mengambil keputusan apapun. "Hasil pertemuan penting untuk menyimbangkan permintaan dan pasokan minyak dunia," katanya.
Selama Januari-November 2007 harga minyak mentah dunia naik hingga 64 persen. Harga minyak mencetak rekor tertinggi pada 21 November lalu sebesar US$ 99,29 per barel. Kalangan analis perminyakan memperkirakan harga minyak bakal tembus US$ 100 per barel pada Desember 2007 atau awal tahun depan.
Kenaikan harga minyak dipicu beberapa faktor, antara lain ketegangan di Timur Tengah antara Amerika dan Iran mengenai isu nuklir dan gangguan produksi di Negeria. Lonjakan permintaan minyak dari Cina, India dan Rusia yang mengalami pertumbuhan ekonomi juga memicu kenaikan harga.
Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan, pemerintah seharusnya bisa memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak untuk memaksimalkan pendapatan negara. "Tapi sayang produksi minyak selama lima tahun terakhir terus anjlok," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu. Saat ini produksi minyak mentah Indonesia di bawah 900.000 barel per hari.
Menurut dia, defisit anggaran bisa dikurangi dengan menaikan produksi minyak. Namun, sayangnya, kata dia, peningkatan produksi tak mungkin dapat dilakukan dalam waktu singkat. "Butuh waktu."
ALI NUR YASIN





