Pasar Saham AS Menguat
Kamis, 29 November 2007 | 07:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasar saham Amerika Serikat kembali menguat menyusul sinyal dari bank sentral the Federal Reserve soal peluang pemangkasan suku bunga. Penguatan pasar di bursa Wall Street ini diperkirakan akan berdampak positif pada pasar saham di kawasan regional, termasuk Bursa Efek Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (28/11) kemarin, indeks Dow Jones menguat 331.01 poin atau 2,55 persen ke level 13,289.45. Perdagangan pada Standard & Poor's 500 index juga menanjak 40.79 poin atau 2,86 persen ke 1,469.02. Sedangkan the Nasdaq composite index naik hingga 82.11 poin atau 3,18 persen ke level 2,662.91.
Harapan baru bagi para investor atas pemangkasan suku bunga muncul setelah sebelumnya, the Fed Vice Chairman Donald Kohn mengatakan kepada Dewan urusan Hubungan Luar Negeri bahwa gejolak pada sistem keuangan telah berbalik dengan beberapa kemajuan di pasar. Gejolak keuangan ternyata telah menekan kredit kepemilikan rumah dan bisnis.
Kohn menuturkan, kondisi keuangan yang ketat saat ini kemungkinan cocok dengan "offsetting" policy dari bank sentral.
Para pelaku pasar lega atas kemungkinan pemangkasan suku bunga tersebut. Mereka berharap, dengan pemangkasan suku bunga, beberapa perusahaan yang merugi akibat krisis kredit perumahan (subprime mortgage) seperti Citigroup Inc bakal kembali eksis di pasaran dengan berbagai upaya untuk menjaring dana. Pasar juga optimis kerusakan yang disebabkan krisis kredit akan teratasi.
"Apapun yang kami lihat di pasar ada pada kisaran kredit dan dorongan bahwa bank sentral sedang melindungi kami lagi," kata analis Barrington Research Alexander Paris.
Sementara itu, menguatnya bursa saham di Amerika Serikat diikuti pasar eropa. Indeks FTSE 100 Inggris naik 2.70 percent, indeks DAX Jerman naik 2.55 percent, dan indeks CAC-40 Perancis menguat 2.34 percent.
Tapi tak demikian di perdagangan regional. Nikkei Jepang kemarin turun 0.45 percent.
AGOENG WIJAYA / AP





