Menara Listrik Roboh, PLN Rugi Rp 3 Miliar
Kamis, 29 November 2007 | 20:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Perusahaan Listrik Negara mengaku menderita kerugian sekitar Rp 3 miliar akibat robohnya lima menara saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Kelima menara jalur Pedan-Solo Baru di Wonosari, Jawa Tengah, itu roboh pada Rabu kemarin (28/11) akibat jhujan lebat disertai angin kencang.
General Manager Pusat Penyaluran dan Pengaturan Beban (P3B) Jawa Bali PT PLN (Persero), Muljo Adji, mengatakan robohnya kelima menara tersebut menyebabkan potensi defisit sekitar 150 Mega Watt (MW).
Akibat defisit listrik tersebut, pemadaman listrik tak bisa dihindari. "Pemadaman listrik untuk daerah-daerah yang dipasok dari Gardu Induk Palur, yakni Solo Baru (Wonosari), Wonogiri, dan Sragen," kata Muljo dalam pesan pendeknya, Kamis sore (29/11).
PLN telah mengerahkan Tim Emergency Recovery System (Tim ERS) untuk segera dapat mengoperasikan kembali SUTT Pedan-Wonosari. Pembangunan menara darurat diperkirakan memerlukan waktu sekitar 5 hari. Sedangkan perbaikan secara permanen membutukan waktu sekitar 10 hari. Pemadaman listrik diperkirakan akan teratasi dengan selesainya pembangunan menara darurat.
Muljo menambahkan, PLN akan berusaha keras untuk meminimalkan jumlah pemadaman dengan mengalihkan pasokan dari Jawa Timur. PLN juga meminta kepada pelanggan di daerah-daerah yang dipasok dari Gardu Induk Palur, Solo Baru (Wonosari), Wonogiri, dan Sragen, untuk menghemat dengan mengurangi pemakaian listriknya.
"PLN mohon maaf atas kejadian yg kurang menyenangkan akibat cuaca buruk tersebut," kata Muljo.
Nieke Indrietta
Topik :




Komentar Anda :