Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Menteri Perdagangan: Impor Gula Masih Diperlukan
Senin, 03 Desember 2007 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memutuskan akan melakukan impor gula pada 2008. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, impor gula masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bukan musim giling. "Kami sedang evaluasi dan kami harus amankan saat bukan musim giling," ujarnya di Komisi Industri dan Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (3/12).

Menurut dia, impor gula yang akan dilakukan jumlahnya berkurang dibandingkan tahun ini. Dia mengatakan, sesuai Surat Keputusan Menteri Perdagangan No 527 tahun 2004, perusahaan yang dapat menjadi importir terdaftar adalah yang perolehan tebu paling sedikit 75 persen dari petani tebu atau kerja sama dengan petani tebu setempat. Saat ini telah ditetapkan harga penyanggah gula Rp 4.800 menjadi Rp 4.900.

Dewan Gula Indonesia sebelumnya mengusulkan tak ada impor hingga musim giling Mei 2008. Alasannya, karena stok dalam negeri sudah terpenuhi. Menurut catatan Dewan Gula Indonesia stok gula nasional hingga akhir Desember 2007 mencapai 1,059 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi stok akhir tahun lalu sekitar 600 ribu ton.

Konsumsi rumah tangga setiap bulannya sekitar 214 ribu ton. Total pengadaan gula sepanjang 2007 ini sebanyak 3.759.524 ton. Terdiri dari stok awal Januari 2007 sebesar 686.176 ton, produksi gula tebu 2.418.800 ton, produksi gula rafinasi 191.467 ton, operasi pasar gula rafinasi 14.400 ton, dan impor gula putih sebanyak 448.681 ton.

Sebelumnya, Direktur Impor Departemen Perdagangan Alberth Yusuf Tubogu mengatakan, rencana impor gula 2008 akan diputuskan pada akhir tahun ini. Keputusan impor perhitungan ulang kelompok kerja atas rekomendasi Dewan Gula Indonesia. "Keputusan sebelum akhir tahun," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu.

Menurut Alberth, rekomendasi Dewan Gula Indonesia belum final karena siaftnya umum, dan hitungannya tidak akurat. "Jadi akan dibahas lagi di kelompok kerja untuk dihitung secara teknis," katanya.

YULIAWATI | RR ARIYANI



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112795 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data