Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla Dukung Insentif Industri Elektronik
Senin, 03 Desember 2007 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan memberikan kemudahan atau insentif bagi industri elektronik di dalam negeri. Upaya ini dilakukan supaya industri elektronik dalam negeri bisa bersaing di pasar internasional terutama dalam kompetisi harga.

"Pemerintah melihat perlunya dukungan insentif untuk industri elektronik, tetapi harus juga diimbangi dengan kewirausahaan (entrepreneurship yang baik agar bisa berkompetisi di pasar Internasional," kata Kalla saat meresmikan Pabrik Baru Baterai Koin Lithium Panasonic di Kawasan Industri Cibitung Bekasi Jawa Barat, Senin (3/12).

Kalla didampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Lutfi, Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Battery Indonesia (PGBI) Racmat Gobel, Wakil Duta Besar Jepang Sataru Satoh, dan Presiden Direktur Primary Battery MBI Japan Kurorawa.

Pembangunan pabrik baru ini memakan waktu empat bulan. Pabrik baru tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan pasar bateri koin lithium merek Panasonic yang meningkat 30 persen. Diharapkan dengan pabrik ini, pada 2010 terjadi peningkatan kapasitas produksi sampai 200 persen. Kapasitas pabrik saat ini pertahunnya mencapai 400 juta PCS.

Menurut Kalla, insentif ini juga akan mendukung pengembangan industri elektronik di dalam negeri dan merangsang munculnya investor baru di bidang ini. "Kebutuhan tentang elektronik semakin meningkat, disisi lain kepercayaan investor juga makin baik," ujarnya.

Kalla menyampaikan penghargaan kepada Grup Panasonic karena setia berinvestasi baik pada saat krisis dan kondisi perekonomian membaik. "Para pekerja juga harus bisa menjaga kepercayaan ini, jangan munculkan kesan buruh kami tukang demo," katanya.

Menurut Presiden Komisaris Panasonic Gobel Battery Rachmat Gobel, pemerintah harus memberikan insentif industri asing tidak menurunkan minatnya masuk ke Indonesia. Insentif yang diberikan, kata dia, berupa perpajakan dan penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBm) untuk jenis produk elektronika tertentu. "Tujuannya untuk peningkatan daya saing terutama di pasar global," ujarnya.

ANTON APRIANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112798 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data