Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Telah Terbitkan Obligasi Negara Rp 95 Triliun
Selasa, 04 Desember 2007 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sejak Januari hingga 4 Desember 2007 telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebanyak Rp 95 triliun. Total penawaran yang masuk selama tahun berjalan mencapai Rp 131 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, angka itu merupakan total penerbitan SUN bruto setelah ditambah dengan hasil lelang SUN terakhir 2007 yang dilakukan kemarin. "Lelang terakhir, kami berhasil menyerap Rp 4,1 triliun," katanya di Jakarta, Selasa (4/11).

Dengan begitu, kata dia, pemerintah telah berhasil memenuhi target penerbitan SUN netto pada tahun ini sebesar 1,6 persen dari produk domestik bruto atau senilai Rp 58,6 triliun.

Menurut Rahmat, di luar dugaan pemerintah, lelang SUN terakhir ini ternyata banyak peminat. Dua seri obligasi yang dibuka pemerintah, yaitu ZC0004 dan FR0027 memperoleh penawaran masing-masing Rp 4,48 triliun dan Rp 6,2 triliun. Pemerintah, kata dia, menolak tawaran untuk ZC004 karena imbal hasil yang ditawarkan sangat tinggi. Pemerintah memenangkan seri FR0027 dari target indikatif Rp 2 triliun.
"Respon pasar cukup menggembirakan," kata dia.

Penawaran yang masuk sampai sebesar itu, kata Rahmat, di luar dugaan pemerintah karena situasi yang melingkupi pasar saat ini tak terlalu menguntungkan bagi investor. "Kalau menurut saya inflasi masih tidak menentu, dan menjelang tutup tahun biasanya orang tidak mau beli lagi," kata Rahmat.

Investor masih memilih memborong SUN, kata Rahmat, karena mereka kemungkinan masih melihat investasi obligasi di Indonesia masih akan memberikan tingkat keuntungan lebih baik dibandingkan obligasi di negara-negara lain.

"Pasar melihat ke depan masih ada peluang penurunan suku bunga meskipun terbatas, sehingga mereka lebih suka beli yang jangka panjang sebagai upaya mengunci yang jangka panjang.Sebab kalau tahun depan bunga turun maka mereka sekarang membeli denga bunga yang tinggi," kata dia.

Tahun depan, pemerintah paling tidak akan menerbitkan SUN sebanyak Rp 91 triliun untuk menutup kebutuhan defisit anggaran dan Rp 37 triliun lagi SUN untuk membayar utang jatuh tempo.

AGUS SUPRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112883 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data