Harga Produk Makanan Naik Tahun Depan
Selasa, 04 Desember 2007 | 19:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan pengusaha industri makanan mulai menaikan harga jual menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga sekitar 10-15 persen diberlakukan mulai tahun depan. "Tahun ini harga sudah naik 10-15 persen. Tahun depan kenaikan harga masih sama dengan tahun ini," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan, Selasa (4/12).
Menurut dia, meski ada kenaikan harga, omzet penjualan tetap naik karena adanya lonjakan permintaan. Pada 2006 omzet industri makanan mencapai Rp 330 triliun. "Walaupun harga bahan pangan naik 30-40 persen, industri makanan akan tetap bertahan karena kebutuhan makanan naik," katanya.
Thomas mengatakan, total pendapatan keluarga yang dikeluarkan untuk makanan sekitar 45 persen. Sisanya untuk kebutuhan non makanan. "Jadi kalau pendapatan naik, maka perbaikan makanan yang pertama kali dilakukan," tuturnya.
Total ekspor produk makanan pada tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu sebesar US$ 2 miliar. Menurut Thomas, pada 2008 ekspor produk makanan diperkirakan US$ 2,2-2,3 miliar. Negara tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Sedangkan pasar potensial yang dibidik Afrika dan Asia Selatan.
Sebelumnya, haga produk perikanan dipastikan akan naik sekitar 5-10 persen akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga tersebut tak bisa dihindari akibat kenaikan harga minyak. Menurut Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product Susi Pudjiastuti, biaya bahan bakar untuk transportasi saat ini naik setiap dua minggu.
Industri perikanan, kata Susi, sangat bergantung pada bahan bakar minyak untuk menjaga kesegaran produk hingga sampai ke tangan konsumen. Meski ada kenaika harga jual, Susi mengatakan, tetap optimistis produk perikanan akan tetap laku di pasaran. Alasannya, permintaan produk makanan sangat tinggi dan pasokan barang di pasar masih sedikit.
RR ARIYANI





