Indeks Masih Berpeluang Pecah Rekor Lagi
Rabu, 05 Desember 2007 | 09:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia masih punya peluang terus menguat di perdagangan hari ini.
Sebelumnya, indeks naik ke level baru sepanjang sejarah. Kenaikan indeks dipicu oleh rendahnya laju inflasi November di bawah perkiraan para analis.
Kemarin indeks saham Jakarta naik 26,02 poin (1 persen) ke level 2.752,94, yang merupakan rekor tertinggi baru. Perdagangan berlangsung marak dengan jumlah saham berpindah tangan 5,24 miliar lembar senilai Rp 6,65 triliun.
Analis Pasar Saham Sinarmas Sekurities Alfiansyah mengatakan kecenderungan ini akan tetap terjadi karena sentimen pasar sangat positif. Faktor pendukung sentimen positif itu diantaranya adalah rendahnya inflasi bulan November yang turun drastis dari 0,79 persen di bulan Oktober menjadi 0,18 persen. "Saya yakin akan ada lagi rekor baru di indeks," kata dia, di Jakarta, Rabu (5/12).
Selain itu, kemungkinan Bank Indonesia menurunkan kembali tingkat suku bunga BI Rate, menyusul catatan tingkat inflasi yang rendah, juga menjadi faktor pendukung bagi para investor kembali melirik pasar saham. Alasannya, investasi di Sertifikat Bank Indonesia akan kalah menarik jika dibandingkan saham.
Agus Supriyanto





