Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Proyek Tol dan Kereta Bandara Dikebut
Jum'at, 07 Desember 2007 | 03:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Proyek jalan tol dan rel kereta api bandar udara di Jakarta dipercepat. Percepatan ini dipicu oleh banjir pada tol Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

"Realisasi pengerjaannya akan dilakukan setelah studi kelayakan kelar," kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk. (Wika) A. Sutjipto kepada Tempo dalam acara BUMN Award di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Ia memastikan studi kelayakan (feasibility study) proyek selesai akhir tahun ini. Proyek itu dikerjakan bersama PT Jasa Marga Tbk. dan PT RaiLink.

Kereta bandara akan melintasi jalur dari Stasiun Manggarai-Bandar Udara Soekarno-Hatta sepanjang 31 kilometer. Ronny menjelaskan, dari Manggarai- Muara Angke (4 kilometer) menggunakan jalur existing pemerintah. Jalur baru Muara Angke-Bandara sepanjang 27 kilometer digarap oleh PT RaiLink, pelaksana proyek.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Ronny Wahyudi mengatakan kereta bandara di Jakarta akan beroperasi pada Juni 2009. Peletakan batu pertama dijadwalkan Maret 2008, sedangkan detail engineering design (DED) kelar Januari 2008.

“Kebutuhan dana Rp 2,2 triliun,” katanya pada 30 November lalu. Proyek kereta bandara akan dibiayai sindikasi tiga bank nasional yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Mega.

Sutjipto menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan dana Wika akan menggunakan sebagian dana hasil penawaran saham perdana (IPO). "Sisanya dari pinjaman." Wika bakal memakai 40 persen dana IPO, atau sekitar Rp 320 miliar, untuk investasi di sektor infrastruktur. "Dana itu akan mulai kami gunakan sejak awal 2008," tuturnya.

Sepanjang tahun ini Wika mentargetkan dapat memperoleh pendapatan Rp 4,2 triliun dngan laba bersih Rp 117 miliar. Sedangkan pada 2008, perusahaan milik negara ini memproyeksikan pendapatan Rp 6 triliun dengan laba bersih Rp 167 miliar. Saat ini Wika sedang melakukan studi untuk berinvestasi di proyek tol Surabaya-Mojokerto dan Kunciran-Serpong.

Wahyudin Fahmi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113067 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data