|
APJII Imbau Provider Internet Siap-siap Bermigrasi
Jum'at, 07 Desember 2007 | 05:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Perusahaan Jasa Internet Internet (APJII) meminta para perusahaan penyedia jasa internet menyiapkan diri bermigrasi ke alamat internet protokol versi Ipv4 karena alamat internet protokol versi IPv4 sudah hampir penuh. "Dalam dua tahun mendatang alamat internet dengan IPv4 sudah habis," Ketua APJII Sylvia Sylvia Sumarlin di Jakarta, Kamis (6/12).
Dia mengatakan, para perusahaa penyedia jasa internet harus mulai bermigrasi meski investasinya mahal. Sebelum berinvestasi, lebih baik para perusahaan tersebut mulai memakai alat yang secara sistem siap (dual system ready) bermigasi ke IPv6. "Tidak ada jalan lain," ujar Sylvia di Jakarta, Kamis (6/12).
Pemerintah kini sedang menyiapkan alamat IPv6. Beberapa langkah kebijakan sedang digodok bersama komunitas penyelenggara jasa internet.
Dia mengakui untuk bermigrasi dari IPv4 ke Ipv6, infrastruktur dan nilai investasinya cukup mahal. Saat awal mulai adanya internet di Indonesia tahun 1995-1996, nilai investasi hanya sebesar US$ 300 ribu ( sekitar Rp 750 juta). Namun, sekarang nilai investasinya melonjak drastis.
Selain kendala investasi yang mahal, menurut dia, ada beberapa kendala lain yang menghambat, yakni jaringan backbone Ipv internasional dan jaringan lokal yang belum tersedia.
Lebih lanjut, dia mengatakan, partisipasi swasta terutama untuk pengusaha penyedia jasa internet sangat dibutukan. "Bisa dimulai dengan membuat situs dengan IPv6," ujar Sylvia.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga diperlukan. Apalagi saat ini edukasi dan sosialisasi IPv4 ini juga belum selesai.
Saat ini tercatat sudah ada 144 perusahaan pemegang izin penyelenggaraan internet servive provider (ISP) dan 27 perusahaan pemegang izin prinsip ISP di seluruh Indonesia. Adapun jumlah pengguna internet di Tanah Air terus bertambah. Pada 2002 baru mencapai 5 jutaan, kini pada 2007 sudah mencapai angka 20 juta pengguna. Namun, jumlah tersebut bila dihitung dari seluruh jumlah penduduk, baru terhitung 9 persen dari total jumlah penduduk Indonesia
DIAN YULIASTUTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|