|
Operator 3G Dievaluasi Tahun Depan
Jum'at, 07 Desember 2007 | 06:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mengevaluasi kinerja dan komitmen semua operator penyelenggarakan jaringan telekomunikasi generasi ketiga (3G).
Menurut Anggota BRTI Heru Sutadi, saat ini penyelenggaraan 3G di Indonesia sudah masuk tahun kedua. Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri nomor 7/2006 tentang Penggunaan Frekuensi Radio 2,1 Gigaheartz (Ghz) penyelenggaraan jasa jaringan bergerak selular harus dievaluasi. "Evaluasinya akan dilakukan tahun depan," katanya di Jakarta kemarin.
Saat ini terdapat lima operator penyelenggara jaringan 3G, yakni PT Hutchinson Telecomunication, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL), PT Indosat Tbk., dan PT Natrindo Telepon Seluler (NTS).
Heru menjelaskan, sesuai dengan ketentuan tersebut, pada tahun pertama penyelenggaraan layanan telekomunkasi operator harus menjangkau dua provinsi dengan penetrasi sekitar 10 persen. Pada tahun kedua harus menjangkau lima provinsi dengan penetrasi 20 persen. Tahun ketiga menjangkau delapan provinsi dengan pentrasi 20 persen. Tahun keempat di 10 provinsi dengan penetrasi 30 persen dan dan tahun kelima menjangkau 12 provinsi dengan penetrasi 30 persen. "Awal tahun depan itulah kami akan akan melihat perkembangannya," kata dia.
BRTI, kata dia, akan memperingatkan operator penyelenggara layanan 3G jika tidak memenuhi syarat yang diatur oleh peraturan menteri. BRTI juga akan menanyakan alasan operator belum memenuhi komitmennya.
Dia mengatakan, sejauh pantauan BRTI, hingga kini pembangunan jaringan 3G Natrindo dan Hutchinson relatif tertinggal dibanding operator lain. Hutchinson semula bernama Cyber Access Communication mendapatkan frekuensi 3g melalui seleksi (beauty contest) . Adapun Natrindo mendapat lisensi tahun 2005 dan memulai layanan di dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.
DIAN YULIASTUTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|