Arpeni Berencana Terbitkan Obligasi Global
Jum'at, 07 Desember 2007 | 08:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. berencana menerbitkan obligasi internasional global bond senilai lebih dari US$ 160 juta tahun depan. "Ada rencana ke arah itu karena penerbitan obligasi tahun lalu kelebihan pemesanan (oversubscribe) delapan kali," ujar Direktur Utama Arpeni Pratama Ocean Line Oentoro Surya di Jakarta, Kamis (6/12)
Hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk membeli armada kapal baru. Namun, dia enggan menyebutkan jumlah kapal yang akan dibeli. "Belum bisa di-disclose sekarang," katanya.
Saat ini Arpeninmemiliki 75 unit kapal angkutan batu bara, kargo, dan tanker. Tipe kapal yang dimiliki antara lain Panamax dan Super Handy Size.
Dia menjelaskan, satu buah kapal Panamax bekas berkapasitas 60- 70 ribu ton dijual dengan harga US$ 50 juta. Adapunkapal Super Handy Size bekas berkapasitas 50 ribu ton harganya sekitar US$ 45 juta.
Menurut Sekretaris Perusaan Arpeni Ronald Nangoi, manajemen Arpeni juga masih membuka alternatif pendanaan lainnya untuk membeli kapal tersebut. "Bisa dari kas internal 30 persen dan pinjaman bank 70 persen," katanya.
Arpeni merupakan perusahaan pelayaran nasional yang berfokus pada kegiatan usaha pengangkutan minyak curah kering. Jasa pengangkutan tersebut menyumbang 70 persen terhadap pendapatan konsolidasi.
Arpeni juga telah berpatungan (joint venture) dengan Hyundai Korea Selatan untuk pengangkutan minyak yang membutuhkan investasi sebesar US$ 100 juta. "Pendanaan 75 persen dari bank Korea Selatan, dan sisanya dari equity masing-masing perusahaan," kata Ronald.
Dalam kerja sama itu, Arpeni bertindak dalam sistem operasional, sedangkan Hyundai bertugas dalam pemasarannya. "Pengakutan minyak ini untuk perairan internasional," tambahnya.
Arpeni juga telah memenangkan tender angkutan 40 juta ton batu bara untuk PLTU Tanjung Jati B, Jepara. Arpeni saat ini sedang menyiapkan kontrak penandatanganannya dengan PT PLN. Pendapatan dari pengakutan tersebut akan menyumbang 10- 20 persen terhadap pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan apresiasi (EBITDA) perusahaan.
SORTA TOBING





