Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Direktur Teknik Angkasa Pura II Dicopot
Sabtu, 08 Desember 2007 | 03:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil menyatakan, akan segera mencopot Direktur Operasi Teknik PT Angkasa Pura II I Made Dhordy. Pencopotan tersebut terkait kebakaran yang terjadi di Bandar Udara Polonia Medan, Sumatera Utara pada 1 Desember. "Pemberhentian dilakukan langsung oleh komisaris," ujarnya, Jumat (7/12).

Angka Pura II merupakan badan usaha milik negara yang mengelola 12 bandar udara di Indonesia. Pelabuhan udara tersebut adalah Soekarno-Hatta International (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Polonia (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau International (Ketaping), Sultan Mahmud Badaruddin II International (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Kijang (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi) dan Dipati Amir (Pangkal Pinang). Kebakaran di Polonia terjadi akibat fasilitas pemadam kebarakan tidak berfungsi.

Sofyan menjelaskan, dewan komisaris akan memberikan kesempatan selama 30 hari kepada Made Dhordy untuk membela diri sebelum dicopot dari jabatannya. "Jadi belum diberhentikan sekarang, tapi hari ini akan kami umumkan," katanya.

Pencopotan Made Dhordy tersebut menyusul kebarakan di Polonia yang menelan kerugian sampai Rp 800 miliar. Kebakaran pada awal Desember tersebut merupakan yang kejadian kedua setelah kebakaran pada 9 Maret 2006.

Made Dhordy menyatakan, tidak akan menggunakan 30 hari untuk melakukan pembelaan. "Saya legowo, pimpinan harus siap bertanggung jawab," ujarnya kepada Tempo, Jumat (7/12).

Dia mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi soal rencana pencopotan dirinya. "Jadi belum pasti," katanya.

Juru bicara Angkasa Pura II Muhammad Wasfan membenarkan rencana perombakan jajaran direksi tersebut. "Kabarnya demikian, tapi pastinya itu urusan pemegang saham," katanya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Jusman Syafi’I Djamal mengatakan, akan melakukan pemeriksaan seluruh bandar udara internasional dan domestik di Indonesia menyusul kebarakan di Polonia. Pemeriksaan akan ditujukan pada instalasi pemadam kebakaran beserta aparatnya.


WAHYUDIN FAHMI | HARUN MAHBUB



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113150 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data