BI Nilai Stimulus Perekonomian Daerah Masih Kurang
Sabtu, 08 Desember 2007 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai stimulus perekonomian di daerah masih kurang. Realisasi anggaran, terutama belanja modal, di daerah juga relatif lambat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya menuturkan, besarnya dana pemerintah daerah (Pemda) yang tersimpan di Sertifikat Bank Indonesia lewat Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi indikator kedua gejala tersebut.
"Jumlahnya masih tergolong cukup besar," kata Budi dalam Rapat Kerja Nasional I Perhimpunan Jurnalis Indonesia, Sabtu (8/12).
Budi memaparkan, hingga Oktober 2007, dana BPD di SBI mencapai Rp 33,2 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 38,8 triliun. Tapi, angka itu kembali naik ke kisaran Rp 40 triliun pada November 2007.
"Ini menegaskan perlunya meningkatkan koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemda dalam penyaluran APBD, terutama dana alokasi umum (DAU)," ujarnya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi saat ini tak merata di berbagai daerah. Ketimpangan ekonomi antar daerah cukup besar. Hasilnya, kata dia, rasio penduduk miskin di beberapa daerah masih cukup tinggi. "Padahal era otonomi daerah sudah berjalan beberapa tahun," tuturnya.
Dia mencontohkan, tingkat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan masih lebih rendah ketimbang lainnya. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan saat ini masih berada di bawah 5 persen. "Sedangkan wilayah lainnya seperti Jawa, Bali dan Sumatera sudah mencapai 6-8 persen," ungkapnya.
Agoeng Wijaya
Topik :




Komentar Anda :