Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tax Holiday Akan Dipertimbangkan
Selasa, 11 Desember 2007 | 02:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jimbaran:Pemerintah akan mempertimbangkan usul pembebasan pajak untuk pengusaha (tax holiday). Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengajukan proposal yang lengkap.

Masalah ini nantinya akan dibahas lebih lanjut dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Koordinator Perekonomian. "Akan kami lihat. Kalau konsekuensinya ada (keringanan) pajak, subsidi atau pricing policy yang harus disesuaikan (untuk menarik investasi), itu sangat mungkin dipertimbangkan," kata Sri Mulyani di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Menteri Keuangan di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, kemarin.

Dia mengaku sudah bertemu dengan Kepala BKPM Muhammad Luthfi untuk membahas masalah itu. Pada dasarnya, kata Sri Mulyani, kebijakan itu harus komprehensif. Dia mencontohkan investor yang ingin masuk ke industri biofuel yang berbahan baku minyak kelapa sawit (CPO). Pemerintah tidak bisa memberikan perlakuan khusus kepada satu industri itu, tapi harus masuk dalam kerangka kebijakan energi secara nasional.

Secara terpisah Kepala BKPM Muhammad Luthfi mengatakan kebijakan tax holiday sangat mendesak dilakukan. "Istilahnya tidak bisa tidak dilaksanakan," kata Luthfi setelah bertemu empat mata dengan Sri Mulyani di Hotel Intercontinental, Jimbaran.

Dia mencontohkan perusahaan biodiesel Wilmar di Dumai mengancam akan pergi dan memindahkan basis usahanya ke Singapura. Alasannya, Wilmar sudah diiming-imingi tax holiday oleh Negeri Singa ini selama 10-15 tahun. "Saya ditunjukkan surat penawaran Singapura itu (oleh Wilmar)," katanya.

Dengan aturan tax holiday, pemerintah bisa memberlakukan domestic market obligation bagi perusahaan yang mengambil pasokan bahan baku tapi tak mau membangun industrinya di sini.

AGUS SUPRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tax Holiday Belum Jadi Prioritas
Potensi Kerugian Pajak Asian Agri Akan Bertambah
Kerugian Pajak Asian Agri Bakal Membengkak
Kasus Asian Agri : Pemerintah Tetap Tempuh Jalur Hukum
BPK Segera Ajukan Uji Materiil Undang-Undang Pajak
Pegawai Pajak Dilarang Ikut Partai Politik
Departemen Keuangan Siap Hadapi BPK
Revisi Undang-undang Pajak Penghasilan Terancam Molor
Revisi Pajak Penghasilan Diminta Segera Disahkan
Aparat Bongkar Pemalsuan Surat Pajak Miliaran Rupiah
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113274 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data