|
Pembangunan Rumah Susun Masih Lambat
Selasa, 11 Desember 2007 | 18:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai pembangunan rumah susun sederhana (rusuna) oleh pengembang masih sangat lambat. Pengembang seharusnya bergerak cepat dalam menanggulangi masalah perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Terkait kritik itu, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy'ari, menyarakan para pengembang REI membentuk konsorsium untuk mempercepat pembangunan rusuna. Sebab kebutuhan modal dan teknik akan lebih mudah ditanggulangi. Resikonya juga bisa ditekan.
Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI), Lukman Purnomosidi, REI sebenarnya siap mempercepat pembangunan rusuna menjadi 150 ribu unit pada 2008. “Tapi masalahnya tanah dan tanah," ujarnya hari ini.
Pembangunan rusuna akan semakin cepat bila ada dukungan pemerintah daerah. "Kami tidak bisa jalan sendiri," kata dia. Dukungan lembaga pembiayaan sekunder seperti Sarana Multigriya Finansial (SMF) juga sangat dibutuhkan. "SMF juga harus bekerja cepat," kata Lukman.
RIEKA RAHADIANA | Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|