Teknologi Ramah Lingkungan Diberi Insentif
Selasa, 11 Desember 2007 | 18:45 WIB
TEMPO Interaktif, Bali:Pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif fiskal impor teknologi ramah lingkungan dari negara maju. Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan M. Chatib Basri, pemberian insentif impor diharapkan akan mempercepat alih teknologi secara signifikan menjadi solusi isu perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi. "Isu lingkungan tidak boleh mengurangi pertumbuhan," katanya dalam pertemuan tingkat tinggi Menteri Keuangan Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) di Jimbaran, Bali, Selasa (11/12).
Menurut dia, pemberian insentif bisa diberikan untuk teknologi besih dan ramah lingkungan. "Berikan keringanan pajak bea masuk diturunkan dengan begitu dia akan masuk impor teknologi yang bersahabat dengan lingkungan," ujarnya. Alih teknologi itu, kata Chatib, akan menjadi model untuk mendorong pertumbuhan ekonomi meskipun ada tuntutan mengurangan emisi karbon.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, negara berkembang keberatan dengan tuntutan pengurangan emisi karbon. Alasannya, pengurangan karbon akan mengurangi kecepatan laju pertumbuhan negara berkembang untuk meningkatkan kesejahteraannya
AGUS SUPRIYANTO





