ExxonMobil diminta Percepat Pembebasan Lahan Cepu
Rabu, 12 Desember 2007 | 05:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendesak ExxonMobil Oil Indonesia Inc. untuk segera melakukan pembebasan lahan di ladang Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur. "Kami akan meminta ExxonMobil untuk segera melanjutkan pembebasan lahan," kata Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin, Selasa (11/12).
Menurut Muin, pembebasan lahan untuk kegiatan eksplorasi dan produksi ladang Cepu lebih dari 600 hektar. Dia mengatakan, pembebasan lahan dilakukan ExxonMobil selalu operator. "Kemarin memang sempat tersendat karena ada pemilihan kepala daerah, kami akan meminta segera dituntaskan (pembebasan lahan)," ujarnya.
Saat ini harga tanah yang akan dibebaskan melonjak hingga 10 kali lipat dari harga jual sebelumnya. Harga jual tanah di kawasan Banyu Urip dan Kedua sebelumnya sekitar Rp 20.000 per meter persegi. Kini harga jual tanah melonjak Rp 200.000 per meter persegi.
Muin mengatakan, kendala dalam melakukan negosiasi karena adanya lonjakan harga tanah. Sampai sekarang, kata dia, tim negosiasi masih melakukan pembicaraan dengan warga mengenai harga jual tanah. "Kami minta dipercepat negosiasinya," ujarnya.
Juru bicara ExxonMobil Oil Indonesia Deva Rachman mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi pembebasan lahan dengan warga. Menurut dia, total lahan yang akan dibebaskan meliputi kawasan eksplorasi di Alas Tua dan Kedung Keris seluas 50 hektar dan Banyu Urip sekitar 600 hektar. "Sampai sekarang kami masih negosiasi," ujarnya kepada Tempo.
Ladang Cepu dioperasikan oleh Mobil Cepu Limited, anak perusahaan ExxonMobil, bersama PT Pertamina (Persero). Pemerintah mengharapkan Cepu segera berproduksi untuk menambah produksi minyak nasional pada tahun depan. Total produksi minyak mentah nasional saat ini sekitar 850 ribu barel per hari. Tahun depan pemerintah mentargetkan produksi minyak sebesar 1,034 juta barel per hari.
ALI NUR YASIN





