Aksi Ambil Untung Bayangi IHSG
Rabu, 12 Desember 2007 | 11:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi ambil untung (profit taking) diperkirakan akan membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menembus level tertingginya 2.810,962.
Walau demikian, analis Recapital Asset Management Aryajid Ramelan menilai, potensi penguatan indeks terus terbuka hingga akhir 2007.
"Profit taking kemungkinan hanya jangka pendek dalam satu-dua hari mendatang. Selebihnya indeks kemungkinan besar bisa terus bergerak ke level 3.000," kata Haryajid kepda Tempo, Rabu (12/12).
Haryajid mengatakan, awalnya optimisme tumbuh setelah bank sentral Amerika Serikat menurunkan suku bunga acuan the Fed's rate 25 basis poin menjadi 4,25 persen. Tapi, dia menambahkan, pasar saham Amerika ternyata justru terkoreksi. "Sehingga tak menutup kemungkinan IHSG akan terkoreksi oleh aksi profit taking," ujarnya.
Khusus hari ini, Haryajid memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran 2.790-2830. Empat sektor unggulan, yakni telekomunikasi, pertambangan, perbankan dan agrikultur, masih akan menjadi pendorong utama perdagangan. "Empat sektor ini akan tetap menjadi pendorong hingga akhir tahun ini," ujarnya.
Menurut dia, kondisi ekonomi dalam negeri saat ini sangat mendukung laju indeks ke level 3.000. Ekspektasi inflasi akhir tahun baru akan terasa pada Januari 2008. Bank Indonesia juga telah memangkas BI Rate menjadi 8 persen. Nilai tukar rupiah juga stabil di kisaran Rp 9.200 per dolar AS.
"Secara makro tak perlu ada yang dikhawatirkan oleh pasar," cetusnya.
l AGOENG WIJAYA
Topik :




Komentar Anda :