|
Bapepam Meminta Perusahaan Pembiayaan Masuk Biro Kredit
Rabu, 12 Desember 2007 | 12:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta seluruh perusahaan pembiayaan bergabung dalam Biro Informasi Kredit. Tujuannya untuk memudahkan penyaluran pembiayaan ke masyarakat. Jumlah perusahaan pembiayaan di Indonesia saat ini sebanyak 142 perusahaan.
Kepala Biro Pembiayaan Bapepam-LK Freddy Saragih mengatakan perusahaan pembiayaan bisa mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit. "Perusahaan pembiayaan bisa mendapatkan informasi calon nasabah secara real time," kata Freddy di gedung Bank Indonesia Jakarta, Rabu (12/12).
Dia menjelaskan bahwa perusahaan pembiayaan akan mendapatkan data debitor secara lengkap termasuk posisi kreditnya sehingga bisa mengurangi risiko terjadinya kredit macet. "Pertumbuhan perusahaan juga bisa terjaga," ujarnya.
Biro Informasi Kredit dibentuk Bank Indonesia pada 29 Juni 2006 untuk menghimpun dan menyimpan data perkreditan yang kemudian diolah menjadi informasi debitor.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mendukung keinginan agar perusahaan pembiayaan bergabung dalam biro informasi kredit karena banyak yang bisa diatasi terutama untuk menjaga non performing loan supaya tetap rendah.
"Sistem informasi ini sebenarnya sudah lama ditunggu perusahaan pembiayaan," ujarnya.
Namun, lanjut dia, keraguan masih muncul di kalangan industri pembiayaan terkait dengan belum adanya identitas tunggal di Indonesia. Pasalnya identitas nasabah bisa berganti-ganti ketika akan mengajukan kredit. Sehingga data tentang performa kredit calon nasabah itu akan baik meskipun kredit sebelumnya macet.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|