Pasokan Listrik Untuk RSH Makin Sulit

Rabu, 12 Desember 2007 | 19:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kesenjangan kebutuhan dan pasokan listrik untuk rumah sederhana sehat (RSH) bakal semakin timpang. Staf Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Win Sisma, mengatakan tambahan pasokan listrik 2008 hanya 60 Mega Watt (MW).

Sedangkan kebutuhan listrik, kata Win, jauh di atas tambahan pasokan itu. Pemerintah memang belum memiliki data perumahan yang belum teraliri listrik. "Harus ditanya ke masing-masing wilayah," kata dia di Jakarta hari ini. PT PLN juga belum memberikan laporan soal kebutuhan listrik perumahan ke pemerintah.

Anggota Komisi Energi DPR, Agusman Effendi, mengatakan kerawanan listrik di Indonesia bakal terjadi hingga 2010. "Tahun depan di luar Jawa-Bali akan kosong (tak ada listrik)," ujarnya. Pemicunya adalah kenaikan harga minyak mentah mencapai kisaran US$ 80-90 per barel. Padahal asumsi harga minyak untuk subsidi 2008 hanya US$ 60 per barel.

RIEKA RAHADIANA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim