Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pertumbuhan Produksi Semen 2008 Turun
Kamis, 13 Desember 2007 | 00:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan industri semen pada 2008 dipastikan lebih rendah dari tahun ini atau sekitar empat persen. Semula target pertumbuhan industri semen sekitar enam persen. Penyebabnya karena adanya rencana kenaikan harga semen pada tahun depan. "Pertimbangan produsen yang akan menaikkan harga akan mengoreksi pertumbuhan semen 2008," ujar Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Urip Timuryono, Rabu (12/12).

Menurut Urip, kenaikan harga akan memperlemah daya beli masyarakat sehingga mengurangi pembelian. Industri semen mengandalkan penjualan dari pembangunan rumah tangga sekitar 30 juta ton per tahun. Sedangkan proyek infrastruktur pemerintah tak memberi pengaruh signifikan karena hanya menyerap belanja semen sekitar dua juta ton atau 0,45 persen dari total konsumsi semen.

Kenaikan harga jual semen, kata dia, karena produsen mengalami penurunan margin keuntungan. Selain itu, melonjaknya harga minyak mentah dunia menambah beban transportasi dan energi industri semen. Beban transportasi melonjak karena tak ada subsidi untuk bahan bakar alat transportasi laut. "Transportasi angkutan laut menyesuaikan dengan harga minyak mentah," kata Urip. Sejak Januari-November 2007 biaya angkutan laut naik 25-30 persen.

Biaya bahan bakar batu bara, kata Urip, juga ikut melambung. Saat ini harga naik mengikuti harga minyak mentah dan sempat US$ 70 per ton. "Biaya energi itu sebesar 30-40 persen dari total biaya," ujarnya. Akibatnya, beberapa produsen semen sudah menaikan harga jual sebesar 10 persen.

Dia mengatakan, kalangan industri semen sangat hati-hati menaikan harga jual semen. Alasannya, karena kenaikan harga akan memicu impor semen. "Tak ada proteksi sama sekali, bea masuk semen nol persen," ujarnya. Saat ini impor semen yang tercatat berasal dari pabrik Semen Andalas di Malaysia sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Hingga akhir 2007, diperkirakan konsumsi semen mencapai 34 juta ton. Pada akhir 2006, penjualan semen hanya mencapai 31,975 juta ton. Bila dibandingkan negara lain, konsumsi semen per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Konsumsi semen hanya sekitar 160 kilogram per kapita per tahun, sedangkan negara lain di kawasan Asia Tenggara diatas 200 kilogram per kapita per tahun.

Di daerah harga semen mulai merambat naik. Di Riau, harga semen naik mencapai lebih dari 50 persen dalam tiga pekan terakhir. Dari rata rata Rp 40.000-43.000 per sak di tingkat pengecer, kini sudah Rp 70.000-75.000. Harga itu menyusul kenaikan harga disejumlah sub distributor semen mencapai Rp 55.000-65.000 per sak.

Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri Riau Hendri Rustam mengatakan, kenaikan harga tersebut karena terbatasnya pasokan dari PT Semen Padang. Biasanya pabrik semen itu memasok 60.000-70.000 ton per bulan. "Kini hanya 20.000 per ton," katanya.

YULIAWATI | JUPERNALIS SAMOSIR


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113450 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data